Nusantaraterkini.co - Calon wakil presiden nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka menyinggung persoalan mafia tanah dalam debat kemarin, Minggu, (21/1).
Gibran menjawab pertanyaan terkait strategi untuk mengembalikan tujuan reforma agraria sesuai amanat konstitusi. Ia mengatakan, pihaknya akan memperkuat dan menyempurnakan program reforma agraria.
Kemudian, Gibran mencontohkan program yang sudah ada, yakni one map policy (kebijakan satu peta nasional).
Baca Juga : Lahan 16 Hektar Jusuf Kalla Diserobot, DPR Desak Pemerintah Tindak Tegas Mafia Tanah
"Ini sangat-sangat berguna sekali untuk mengurangi konflik-konflik sengketa tanah, mafia tanah, dan lain-lain," ucap dia dalam Debat Cawapres pada Minggu malam, (21/1).
Perihal hal tersebut, Gibran mengatakan, database peta sudah digital. Menurutnya, batas-batas tanah juga sudah jelas dalam one map policy.
"Sudah terkait secara semua di database ini akan sangat-sangat mengurangi yang namanya mafia tanah," ucapnya.
Baca Juga : Ruang Hidup Warga Kelurahan Cinta Damai Terancam Eksekusi, Diduga karena Mafia Tanah dan Surat Palsu
Gibran sebut ia yakin digitalisasi menjadi kunci bagi reforma agraria lantaran dapat mengurangi konflik-konflik pertanahan.
Lalu, Gibran kembali mencontohkan salah satu program yang menurutnya sudah berhasil di era Jokowi, yakni Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang telah membagikan 110 juta sertifikat tanah.
Ia mengaku sebelum ada program ini, hanya 500 ribu sertifikat yang d diapatbagikan.
Baca Juga : Jokowi-Gibran Berencana Melayat ke Keraton Surakarta, Bisa Lengser
"Lalu sekarang juga sudah ada program redistribusi tanah. Tanah dan lain-lain disimpan di bank tanah untuk nanti distribusi ulang kepada misalnya para pengusaha lokal, petani lokal, dan lain-lain," ucap Gibran.
Sebagai informasi, PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak, meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Setahun Dampingi Prabowo, Gibran Harus Perbaiki Kualitas
