Nusantaraterkini.co, DAIRI - Ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, harus dilarikan ke fasilitas kesehatan lantaran diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2/2026).
Dilihat dari akun tiktok, Selasa (10/2/2026), oppung partukkot sialagundi, siswa terlihat lemas karena diduga mengalami gejala keracunan seperti muntah, diare, pusing dan mual.
Baca Juga : 15 Santri Ponpes Al-Ittifaqiah Diduga Keracunan Menu MBG di Ogan Ilir
Melansir kitakininews, para siswa dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Sidikalang, UPT Puskesmas Hutarakyat, dan sejumlah klinik setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga : Dugaan Manipulasi Label Kedaluwarsa Program MBG di Palembang, DPRD Desak Evaluasi Total
Gejala diketahui, muncul sejak malam hari setelah mereka menyantap paket MBG yang dibagikan pada siang hari sebelumnya.
Kepala Sekolah SMK HKBP Sidikalang, Melanton Sirait menyebutkan, puluhan siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak normal sejak pagi.
"Awalnya siswa izin pulang karena mual dan sakit perut. Kami membawa mereka ke rumah sakit begitu kondisinya memburuk," ujarnya kepada wartawan.
Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri telah mengeluarkan surat bernomor 382/D.TWS/02/2026 tanggal 10 Februari 2026 dengan menghentikan sementara operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3 yang memasok MBG ke sekolah tersebut.
Pemberhentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Koordinator Wilayah BGN Sumut, Pahlawan Nasution, membenarkan penghentian operasional sementara tersebut ketika dikonfirmasi media. Langkah ini diambil berdasarkan laporan Kepala SPPG Sidikalang 3 terkait adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan dan temuan awal investigasi di lapangan.
Sementara itu, Kepala BGN Regional Sumatera Utara (Sumut), Agung Kurniawan mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut sebagai acuan menentukan penyebab pasti dugaan keracunan.
"Gejalanya mulai terlihat sejak Senin siang dan berlanjut keesokan paginya. Kami belum bisa memastikan sebelum hasil lab keluar," ujar Agung.
(*/Nusantaraterkini.co)
