Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau fasilitas Rumah Susun (Rusun) Universitas Sriwijaya (UNSRI) di Bukit Besar, Palembula.
Hal ini dilakukan, guna memastikan ketersediaan hunian mahasiswa yang layak dengan biaya terjangkau sebesar Rp200 ribu per bulan.
Baca Juga : Target Zero ODOL 2027: AHY Tegaskan Sanksi Tegas Bagi Pengusaha dan Karoseri Nakal
Dalam kunjungannya, AHY mengapresiasi kualitas fasilitas rusun yang dinilai menyerupai standar apartemen, lengkap dengan pendingin ruangan (AC), jaringan WiFi, serta perabotan penunjang belajar lainnya.
Baca Juga : Kunker ke Sumsel, AHY: Jangan Sampai Bangun Infrastruktur Megah Tapi Tidak Terintegrasi dan Sia-sia
Fasilitas ini dikelola oleh Badan Pengelola Usaha UNSRI dan saat ini dihuni oleh mahasiswa reguler, mahasiswa asal Papua, hingga mahasiswa asing peserta program pertukaran pelajar.
"Ini rumah susun yang dibangun dengan tujuan jadi hunian yang baik. Tadi saya lihat kondisinya nyaman buat mahasiswa, mulai dari tempat tidur hingga sanitasi dan sirkulasi udaranya sangat mendukung studi," ujar AHY, Selasa (10/2/2026).
Rusunawa ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat persiapan kegiatan prestasi seperti PIMNAS, MTQ, dan program internasional Summer Course.
Dengan tarif sewa Rp200 ribu bagi mahasiswa reguler dan Rp500 ribu untuk mahasiswa asing, hunian ini menjadi solusi bagi mahasiswa luar daerah untuk mendapatkan tempat tinggal berkualitas tanpa beban biaya tinggi.
"Saya berharap kampus-kampus lain di Indonesia bisa melengkapi fasilitasnya. Untuk menunjang belajar mengajar, dibutuhkan asrama atau rusunawa yang layak dan tentunya terjangkau," ungkapnya.
Pemerintah berharap sinergi antara pusat dan perguruan tinggi dalam penyediaan asrama mahasiswa dapat terus diperkuat.
Rusun Unsri sendiri memiliki fasilitas kamar mandi dalam, teras jemuran, serta pasokan air bersih 24 jam yang diharapkan dapat menjadi role model bagi pembangunan hunian mahasiswa di universitas lain di Indonesia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
