Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

15 Santri Ponpes Al-Ittifaqiah Diduga Keracunan Menu MBG di Ogan Ilir

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Salah satu korban siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah yang sedang dirawat di Rumah Sakit Ar Royan. (Foto: Istimewa)

Nusantaraterkini.co, OGAN ILIR Sebanyak 15 santri Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Ar Royan setelah mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada, Senin (9/2/2026).

Hingga hari ini, tujuh santri masih menjalani rawat inap sementara sisanya menjalani rawat jalan akibat gangguan pencernaan akut tersebut.

Baca Juga : Mangkir 2 Kali, Marbot Masjid Tersangka Pencabulan di Ogan Ilir Bakal Dijemput Paksa Polisi

Humas RS Ar Royan, Iklim Cahya menyampaikan jika adanya indikasi medis yang mengarah pada keracunan makanan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter terhadap para pasien.

Baca Juga : Maling Satroni Rumah ASN di Tanjung Raja, Gasak Emas 23 Suku dan Uang Tunai Rp20 Juta

"Berdasarkan keterangan dokter, ada indikasi salah makan. Alhamdulillah kondisi pasien saat ini mulai membaik," ujar Iklim Cahya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (10/2/2026).

Salah satu korban siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah, MF mengaku merasakan sakit perut hebat beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut pada pukul 09.50 WIB.

Baca Juga : Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Dilarikan ke Faskes

“Setelah beberapa jam perut saya sakit seperti ditarik-tarik, lalu muntah-muntah dan tidak bisa makan lagi,” ungkapnya.

Baca Juga : Dugaan Manipulasi Label Kedaluwarsa Program MBG di Palembang, DPRD Desak Evaluasi Total

Orang tua korban, Yona menyebut anaknya sempat muntah hingga delapan kali sebelum diputuskan untuk dievakuasi ke ruang perawatan.

“Saya kaget dapat kabar anak saya muntah-muntah. Sudah delapan kali muntah, minum apa pun keluar lagi,” tuturnya.

Dugaan keracunan ini semakin kuat setelah salah satu wali santri yang ikut mencicipi makanan MBG milik anaknya juga melaporkan gejala serupa.

Fakta ini memperkuat dugaan bahwa sumber gangguan kesehatan berasal dari makanan yang sama, sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait standar keamanan dan pengawasan dapur penyedia MBG.

Menanggapi hal tersebut, Humas Ponpes Al-Ittifaqiah, Ferry Heryadi menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penelusuran mendalam terkait kejadian ini.

"Kami belum memastikan apakah ini keracunan MBG, tapi kasus ini sedang kami telusuri. Dapur penyedia menyatakan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan," tegasnya.

Diketahui, Program MBG di pesantren tersebut diketahui melayani sebanyak 2.925 santri.

(Tia/Nusantaraterkini.co)