Nusantaraterkini.co, MOSKOW - Moskow menilai situasi terkait Iran harus diselesaikan secara damai, karena penggunaan kekuatan hanya akan menyebabkan bertambahnya masalah, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Senin (9/2/2026).
"Kami memantau secara saksama perkembangan terkait Iran. Kami menyambut baik upaya mediasi yang ditawarkan Kesultanan Oman. Dan tentu saja, kami berangkat dari pemahaman bahwa harus ada penyelesaian damai dalam hal ini," ujarnya pada acara Konferensi Timur Tengah yang digelar di sela-sela Valdai International Discussion Club di Moskow.
Baca Juga : Negosiasi Greenland-Denmark dengan AS Alami Kebuntuan, Masalah 'Garis Merah' Jadi Sorotan
Pemerintahan Donald Trump telah mengerahkan gugus tempur kapal induk dan sejumlah kapal perang ke Timur Tengah, sementara presiden Amerika Serikat itu terus melayangkan peringatan kepada Iran sebagai upaya untuk memaksa negara tersebut mencapai kesepakatan nuklir.
Baca Juga : Trump Beri Sinyal Kesepakatan Nuklir Iran, Siapkan Pertemuan Lanjutan Pekan Depan
Moskow merasa prihatin dan khawatir terhadap masa depan Iran, dan Rusia tertarik pada normalisasi penuh hubungan antara Iran dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), kata Lavrov.
Menurutnya, pemulihan hubungan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi telah menciptakan prasyarat yang diperlukan untuk hal tersebut.
(*/nusantaraterkini.co)
