Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pilpres 2029 Memanas? Hendri Satrio Soroti Peluang Prabowo dan Kubu Jokowi Berpisah

Hendri Satrio menilai putusan MK soal Gibran bisa menjadi jalan bagi Prabowo dan Jokowi untuk menentukan arah politik berbeda pada Pilpres 2029.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi jalan bagi Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo untuk menempuh jalur politik masing-masing pada Pemilu 2029. Minggu (25/10/2026) (Foto: Istimewa)
Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi jalan bagi Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo untuk menempuh jalur politik masing-masing pada Pemilu 2029. Minggu (25/10/2026) (Foto: Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi alasan bagi Presiden Prabowo Subianto dan kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo () untuk menempuh jalan politik masing-masing pada Pemilu 2029.

Menurut Hendri, putusan tersebut bukan menjadi beban bagi Prabowo maupun Gibran. Sebaliknya, keputusan MK dinilai dapat menjadi jalan keluar apabila kedua kubu memutuskan untuk tidak lagi berjalan bersama dalam kontestasi politik mendatang.

“Keputusan MK bukan beban bagi Prabowo ataupun Gibran/, keputusan MK justru dapat jadi solusi, alasan, jalan keluar bila mereka ingin berpisah jalan di 2029,” ujar Hendri, Minggu (25/10/2026).

Ia menilai, dinamika politik belakangan ini menunjukkan kemungkinan adanya perbedaan arah antara Prabowo dan kelompok Jokowi, termasuk Gibran.

Hendri mencontohkan perubahan pernyataan Jokowi terkait peluang Prabowo-Gibran melanjutkan kepemimpinan selama dua periode. Selain itu, keputusan Jokowi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai sebagai sinyal bahwa ia mulai membangun kekuatan politik untuk menghadapi Pemilu 2029.

Menurut Hendri, langkah tersebut berpotensi dibaca partai politik lain sebagai tanda kesiapan Jokowi dalam membangun kekuatan elektoral, baik melalui dukungan akar rumput maupun kesiapan logistik politik.

“Semua partai politik yang memahami seorang Jokowi pasti memahami, oh, dia memanaskan mesin. Logistiknya sudah siap, akar rumput juga sudah bersatu. Jangan-jangan memang Pak Jokowi yang logistiknya paling siap hari ini,” katanya.

Di sisi lain, Hendri menilai Gibran juga tengah membangun popularitas dan elektabilitas melalui kegiatan blusukan serta kunjungan ke berbagai daerah. Strategi tersebut dinilai menjadi salah satu cara untuk mengumpulkan dukungan politik menjelang pemilihan presiden berikutnya.

Sementara itu, Prabowo disebut sedang memperhitungkan langkah politik yang tepat untuk menentukan arah hubungannya dengan Jokowi. Hendri menilai kedua tokoh tersebut berpotensi membangun jalur politik masing-masing, meskipun kemungkinan untuk kembali berkoalisi pada masa mendatang tetap terbuka.

“Jokowi dan Prabowo sedang membangun jalan politiknya yang baru. Apakah nanti di ujungnya mereka akan bertemu lagi, bersama atau tidak bersama Gibran/Jokowi, yang jelas mereka berdua sedang membangun jalan politiknya sendiri,” ujar pendiri lembaga survei KedaiKopi tersebut.

Sebelumnya, MK membacakan putusan terkait permohonan yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (6/10/2026). Dalam putusan tersebut, MK menyatakan permohonan tidak dapat diterima sehingga tidak berujung pada diskualifikasi Gibran.

Dalam pertimbangannya, MK disebut tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah setara sekolah menengah atas (SMA) serta menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) lalai dalam memeriksa persyaratan administrasi pencalonan.

Sementara itu, pihak Istana menyatakan Presiden Prabowo tidak akan melakukan intervensi terhadap putusan MK tersebut. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait