Hensa Ungkap 2 Faktor yang Diduga Pengaruhi Sikap Jokowi terhadap Prabowo, Isu Ijazah Gibran Disorot
Hensa menilai dua faktor diduga memengaruhi sikap Jokowi terhadap Prabowo, mulai dari dinamika politik hingga isu ijazah Gibran dan peran PSI.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti kemungkinan adanya perubahan pendekatan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia mengidentifikasi dua faktor yang menurut analisisnya berpotensi memengaruhi dinamika tersebut, yakni dugaan berkurangnya keterlibatan Jokowi dalam pengambilan keputusan politik dan berkembangnya persoalan isu ijazah yang turut menyentuh putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hendri Satrio, yang dikenal dengan sapaan Hensa, berpandangan bahwa pengalaman Jokowi selama satu dekade memimpin Indonesia dapat menjadi latar belakang untuk memahami posisinya dalam peta politik saat ini.
Menurut pendiri lembaga survei KedaiKOPI tersebut, Jokowi mungkin merasa ruang keterlibatannya dalam keputusan strategis tidak lagi sama seperti ketika masih menjabat sebagai presiden.
“Selama sepuluh tahun lebih, Pak Jokowi selalu berada di pusat keputusan politik. Sekarang, kalau ia merasa tidak lagi diajak bicara soal langkah-langkah besar, wajar kalau Pak Jokowi mulai mencari ruang politiknya sendiri,” kata Hensa, Minggu (18/10/2026).
Hensa menilai, apabila Jokowi merasa membutuhkan ruang politik yang lebih mandiri, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpotensi menjadi salah satu wadah untuk mempertahankan pengaruhnya.
Kedekatan Jokowi dengan PSI, menurut Hensa, menjadi salah satu alasan partai tersebut dinilai relevan dalam membaca kemungkinan arah politik mantan kepala negara itu ke depan.
“Saya melihat Pak Jokowi memilih membangun panggung baru, bukan diam. PSI adalah kendaraan politik yang paling dekat dan paling masuk akal untuk itu,” ujarnya.
Meski demikian, pandangan tersebut merupakan analisis Hensa terhadap perkembangan politik. Belum ada kepastian bahwa langkah Jokowi bersama PSI menandai perubahan hubungan politiknya dengan Prabowo.
Faktor kedua yang disampaikan Hensa berkaitan dengan isu ijazah Jokowi yang belakangan turut menyeret dokumen pendidikan Gibran Rakabuming Raka. Persoalan tersebut, menurutnya, dapat menjadi salah satu hal yang memengaruhi respons politik Jokowi.
Hensa berpandangan bahwa ketika persoalan yang sebelumnya berpusat pada Jokowi ikut menyangkut putranya yang kini menjabat sebagai wakil presiden, respons politik yang ditunjukkan bisa menjadi lebih tegas.
“Isu ijazah ini sudah bukan lagi soal pribadi Pak Jokowi. Begitu merembet ke anaknya, apalagi anaknya kini menjabat wakil presiden, wajar kalau Pak Jokowi merasa harus pasang badan dan tampil lebih keras,” tuturnya.
Ia juga menilai tekanan politik yang berlangsung berulang kali dapat memengaruhi cara seseorang menentukan strategi. Dalam situasi tertentu, seseorang yang sebelumnya memilih bertahan bisa mengambil langkah lebih aktif untuk merespons keadaan.
“Orang yang terus diserang lama-lama akan berhitung, daripada menunggu lebih baik maju duluan. Bisa jadi itulah yang sedang kita lihat dari sikap Pak Jokowi terhadap Pak Prabowo sekarang,” katanya.
Kendati melihat kemungkinan adanya perubahan pendekatan politik, Hensa tidak menyimpulkan bahwa Jokowi telah memutuskan mengambil posisi berlawanan dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ia mengakui penilaiannya didasarkan pada pengamatan terhadap dinamika politik dari luar. Sementara itu, pertimbangan dan rencana politik Jokowi secara langsung hanya dapat dipastikan melalui pernyataan maupun langkah yang bersangkutan.
“Jokowi memang sejauh ini masih mendukung Prabowo-Gibran. Tapi melihat langkahnya sekarang, saya melihat Jokowi mungkin juga sudah mulai mempertimbangkan rencana lain. Dilihat saja apa yang akan ia lakukan bersama PSI nantinya,” pungkasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAGagal Menang di Elland Road, Manchester United Tertahan di Peringkat 13 Usai Ditahan Leeds 1-1
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMUTWamenhan Richard Tampubolon Terima Laporan Kerugian Bencana Taput Rp3,78 Triliun
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
INTERNASIONALGelombang Demonstrasi Berujung Rusuh di Perancis: Menara Jam Bersejarah Runtuh, Ribuan Orang Ditangkap
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
PERISTIWATruk Kopdes Merah Putih Angkut Sawit di Karo Bikin Heran, Ini Kata Ketua DPRD
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAJalan Lintas Sipirok–Tarutung Putus Total Akibat Longsor, Truk Terjun ke Jurang
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
E-SportTeam Liquid ID Kunci Juara Regular Season MPL ID S18 Usai Bantai ONIC 2-0
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
NASIONALSurvei PPl: Kepuasan Publik atas Kinerja Pemerintah dan Prabowo Tembus 65 Persen
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOViral Atap Rumah Warga Bolong Kena Bongkahan Dry Ice, Ini Kata BMKG!
Fadli Tara·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan