Hensa Kritik Keras Komunikasi Pemerintahan Prabowo: Bukan Lagi Masalah, tapi Sudah Jadi Penyakit
Analis politik Hendri Satrio menilai komunikasi pemerintahan Prabowo bermasalah serius dan menjadi penghambat penyelesaian persoalan bangsa.
Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai komunikasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi persoalan serius yang perlu segera dibenahi. Bahkan, ia menyebut buruknya komunikasi pemerintah kini telah berkembang menjadi penyakit yang menghambat penyelesaian berbagai persoalan bangsa.
Hendri, yang akrab disapa Hensa, menempatkan komunikasi sebagai salah satu dari tiga persoalan terbesar di Indonesia, bersama ekonomi dan hukum.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menanggapi gurauan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, yakni โbersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagiโ, ketika membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kabut asap.
Hensa mengatakan persoalan komunikasi pemerintah tidak lagi sebatas masalah biasa, tetapi sudah menjadi sesuatu yang harus segera diperbaiki.
โKomunikasi kan saya tempatkan dari awal sebagai tiga besar permasalahan di negeri ini: ekonomi, hukum, dan komunikasi. Tadinya saya pikir komunikasi ini hanya sekadar masalah. Tapi semakin ke sini kita melihat tidak lagi menjadi masalah, sudah mulai menjadi penyakit yang luar biasa, yang harus segera diperbaiki,โ kata Hensa, Kamis (22/10/2026).
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) itu mengaku baru merasakan betapa pentingnya komunikasi dalam kehidupan bernegara pada pemerintahan saat ini.
โKali pertamanya saya, sejak lulus di Fikom Unpad, saya merasa komunikasi menjadi hal yang sangat penting, itu baru rezim ini. Karena sama sekali bobrok komunikasinya, dan akhirnya kita enggak bisa ke mana-mana,โ ujarnya.
Menurut Hensa, buruknya komunikasi pemerintah turut membuat berbagai persoalan negara sulit diselesaikan. Ia menilai komunikasi yang tidak berjalan dengan baik dapat menghambat penyampaian kebijakan sekaligus memengaruhi cara pemerintah merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
Selain menyoroti komunikasi pemerintah, Hensa juga menyinggung daya tahan masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai kesulitan. Menurut dia, masyarakat tetap mampu bertahan meskipun menghadapi situasi yang tidak mudah.
Ia menilai kemampuan rakyat untuk terus bertahan berpotensi membuat pemerintah menganggap masyarakat akan selalu mampu menghadapi persoalannya sendiri.
โDijajah, ya dijajah, cuma bahagia ya tetap, gitu. Nah, itulah sebetulnya kekuatan kita. Nah, kelihatannya pemerintah kita menyadari hal itu, bahwa rakyatnya bisa survive,โ tuturnya.
Hensa kemudian menggambarkan situasi ketika masyarakat seolah-olah harus berjuang sendiri menghadapi berbagai persoalan tanpa dukungan yang memadai dari pemerintah.
โJadi pemerintah tinggal bilang, โHai rakyatku, inilah Indonesia. Silakan, ya, survive sendiri-sendiri. Silakan.โ Akhirnya udah, karena kita diperintahkan survive, kita survive sendiri-sendiri. Caranya ya macam-macam, ya. Termasuk Terus Terang ini, kan,โ pungkasnya.ย
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIRupiah Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Analis Prediksi Berlanjut Melemah Hari Ini
hendra·8 menit yang lalu -
SUMSELKabut Asap Makin Pekat, Kualitas Udara Palembang Sempat Tembus 1.925
hendra·37 menit yang lalu -
NEWSHensa Kritik Keras Komunikasi Pemerintahan Prabowo: Bukan Lagi Masalah, tapi Sudah Jadi Penyakit
hendra·44 menit yang lalu -
EKONOMIIHSG Berpotensi Menguat ke 5.458, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·57 menit yang lalu -
-
-
INTERNASIONALBandara Dammam Arab Saudi Diserang, 1 Orang Tewas dan 8 Luka-luka
hendra·2 jam yang lalu -
SUMUTCermin Wajah Kota, Langkah Konkret Letnan Dalimunthe Kembali Diuji
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSSaid Abdullah Minta Pemda Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Karhutla di Jawa Timur
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSKapal Tanker Pembawa 1 Ton Narkoba di Selat Malaka Tak Punya Tujuan Resmi
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan