Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Panglima Pertama dari TNI AL Widodo AS Meninggal Dunia

Mantan Panglima TNI Widodo AS meninggal dunia pada usia 82 tahun. Ia menjadi Panglima TNI pertama dari Angkatan Laut dan pernah menjabat Menko Polhukam.

Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo AS, mantan Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut. (Dok. Istimewa)
Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo AS, mantan Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut. (Dok. Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia militer Indonesia. Mantan Panglima TNI sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo AS, meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026) malam.

Widodo mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB dalam usia 82 tahun. Informasi mengenai wafatnya mantan petinggi TNI tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispen TNI AL), Laksamana Pertama TNI Tunggul.

“Betul,” kata Tunggul saat dikonfirmasi pada Minggu (25/10/2026).

Kepergian Widodo AS meninggalkan catatan penting dalam perjalanan sejarah militer Indonesia. Ia dikenal sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut (AL), sekaligus perwira tinggi pertama dari luar Angkatan Darat yang menduduki jabatan tersebut sejak 1962.

Widodo memimpin TNI pada periode 1999–2002, sebelum melanjutkan pengabdiannya di pemerintahan sebagai Menko Polhukam pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Perjalanan Karier Widodo AS di Militer

Widodo AS lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Surakarta sebelum menyelesaikan pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 1968.

Setelah lulus, Widodo memulai pengabdiannya sebagai perwira TNI AL. Sepanjang karier militernya, ia menempati berbagai posisi, mulai dari penugasan operasional hingga jabatan strategis di lingkungan angkatan laut.

Pada 1995, ia dipercaya menjabat Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar). Kariernya berlanjut sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal), sebelum diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) pada 1998.

Tonggak penting dalam kariernya terjadi pada 1999. Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengangkat Widodo sebagai Wakil Panglima TNI.

Beberapa bulan kemudian, pada masa pemerintahan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Widodo dipercaya menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Wiranto.

Widodo resmi menjabat Panglima TNI pada 26 Oktober 1999 dan memimpin hingga 2002. Posisinya kemudian digantikan oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto.

Pengangkatan Widodo menjadi salah satu momen bersejarah dalam tubuh TNI. Untuk pertama kalinya sejak 1962, posisi Panglima TNI kembali dipercayakan kepada perwira tinggi yang berasal dari luar Angkatan Darat. Widodo pun tercatat sebagai Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut.

Dipercaya Menjadi Menko Polhukam pada Era SBY

Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Panglima TNI, Widodo AS kembali dipercaya mengisi posisi penting di pemerintahan.

Pada 21 Oktober 2004, ia diangkat menjadi Menko Polhukam dalam Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jabatan tersebut diembannya hingga Oktober 2009.

Selama bertugas di kabinet, Widodo juga sempat menjalankan tugas tambahan sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2 April hingga 29 Agustus 2007.

Menjelang berakhirnya masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu, ia kembali mendapat penugasan sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 1–20 Oktober 2009.

Pengabdiannya di lingkungan pemerintahan berlanjut setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri. Widodo tercatat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2010–2014.

Kepergian Widodo AS menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang perwira TNI Angkatan Laut yang pernah menduduki pucuk pimpinan militer nasional dan sejumlah jabatan penting di pemerintahan Indonesia.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait