Jokowi Tak Lagi Tegas Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, Pengamat Ungkap Dua Faktor: Peluang Duet Kian Tipis
Jokowi menyebut Pemilu 2029 masih jauh. Pengamat Adi Prayitno menilai peluang Prabowo-Gibran kembali berduet semakin menipis akibat sejumlah faktor.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap wacana pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode mulai menunjukkan perubahan. Jika sebelumnya Jokowi secara terbuka mendukung duet tersebut, kini ia memilih menyebut Pemilu 2029 masih jauh.
Perubahan pernyataan itu mendapat perhatian pengamat politik Adi Prayitno. Ia menilai, ada sejumlah faktor yang membuat peluang Prabowo kembali berpasangan dengan Gibran pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 semakin kecil.
Jokowi sebelumnya secara tegas menyatakan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode. Pernyataan tersebut disampaikan saat berada di kediamannya di Solo pada 30 Januari 2026.
“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” kata Jokowi ketika itu.
Namun, pernyataan berbeda disampaikan Jokowi saat kembali ditanya mengenai dukungan tersebut pada Kamis (8/10/2026). Ia tidak lagi mengulang dukungannya, melainkan menjawab singkat bahwa kontestasi politik lima tahunan itu masih lama.
“Pemilu masih jauh,” ujar Jokowi.
Pengamat Sebut Peluang Duet Prabowo-Gibran Menipis
Adi Prayitno menilai, perubahan pernyataan Jokowi dapat berkaitan dengan semakin terbatasnya peluang Prabowo dan Gibran untuk kembali maju sebagai pasangan pada Pilpres 2029.
Menurut Adi, setidaknya ada dua faktor yang perlu diperhatikan. Pertama, peluang duet tersebut dinilai semakin kecil. Kedua, partai-partai dalam koalisi pendukung Prabowo disebut tidak menunjukkan ketertarikan untuk kembali mengusung Gibran sebagai calon wakil presiden.
“Bisa karena dua hal. Pertama karena peluang duet Prabowo-Gibran 2 periode sangat kecil, bahkan bisa tertutup. Kedua, partai koalisional pendukung Prabowo tak ada yang minat dengan Gibran sebagai cawapres Prabowo di 2029,” kata Adi dikutip Jumat (9/10/2026).
Ia juga merujuk pada survei Parameter Politik periode Juli-Agustus yang, menurutnya, menunjukkan sekitar 70 persen responden tidak setuju jika Prabowo-Gibran kembali berpasangan untuk periode kedua.
“Peluang duet Prabowo-Gibran 2 periode kecil, bahkan menipis. Survei Parameter Politik di bulan Juli-Agustus mayoritas publik tak setuju duet ini 2 periode,” ujarnya.
Selain persepsi publik, Adi menyoroti sikap partai-partai koalisi yang dinilainya turut memengaruhi prospek pencalonan Gibran. Ia mengaitkan situasi tersebut dengan persoalan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dokumen ijazah Gibran yang menjadi sorotan dalam perdebatan politik.
“Apalagi setelah putusan MK soal ijazah Gibran makin membuat partai koalisi tak mau duet ini berlanjut 2 periode,” kata Adi.
Adi menilai, dukungan partai-partai terhadap Prabowo tidak otomatis berarti mereka juga menginginkan Gibran kembali menduduki posisi calon wakil presiden pada Pilpres 2029.
“Partai koalisi ini seakan mau bilang untuk 2029; Prabowo yes, Gibran no,” tuturnya.
Gibran Harus Penuhi Syarat Pencalonan
Di sisi lain, Adi menilai Jokowi kemungkinan masih memiliki keinginan untuk mendorong putranya kembali berkiprah dalam kontestasi politik nasional pada 2029. Meski begitu, menurutnya, peluang tersebut juga bergantung pada terpenuhinya persyaratan administratif pencalonan.
Adi menekankan pentingnya persoalan persyaratan pendidikan yang menjadi sorotan dalam polemik terkait Gibran. Ia menyebut persyaratan tersebut perlu diselesaikan sebelum membahas lebih jauh mengenai peluang pencalonan pada pemilu mendatang.
“Pasti minat, tapi harus ikuti syarat administratif pencalonan minimal ijazah SMA atau yang sederajat, tanpa ini tak bisa. Gembok ini dulu yang diberesin, baru bicara minat maju,” tutup Adi.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSAtalia Sebut Kekerasan terhadap Anak Nyata, Pencegahan Harus Dimulai dari Lingkungan
hendra·17 menit yang lalu -
ENTERTAIMENTBetrand Peto Diperiksa 8 Jam soal Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Siapkan Gelar Perkara
hendra·37 menit yang lalu -
PERISTIWAHilang Kendali, Fortuner Hitam Hantam Pintu Ruko Cafe di Jalan Brigjen Katamso Medan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANWacana Tak Naik Kelas 2027, Pengamat Desak Pemerintah Benahi Dulu Kualitas Guru
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALJokowi Tak Lagi Tegas Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, Pengamat Ungkap Dua Faktor: Peluang Duet Kian Tipis
hendra·1 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Kian Tertekan, Pekan Depan Berpotensi Tembus Rp18.000 per Dolar AS
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKPutusan MK soal Gibran, Pengamat: Harapan Politik Jokowi Bisa Bertumpu ke Kaesang
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKEka Widodo Usulkan Pansus DPR Usut Polemik Ijazah Gibran Pasca-Putusan MK
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWAHNSI Sumut Desak Usut Tuntas Kasus Kapal Asing Tabrak Nelayan di Selat Malaka
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Karhutla, Sumsel Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Picu Hujan di Titik Rawan
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan