Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jokowi Tak Lagi Tegas Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, Pengamat Ungkap Dua Faktor: Peluang Duet Kian Tipis

Jokowi menyebut Pemilu 2029 masih jauh. Pengamat Adi Prayitno menilai peluang Prabowo-Gibran kembali berduet semakin menipis akibat sejumlah faktor.

Prabowo-Gibran-Jokowi di Upacara HUT ke-81 RI (tangkapan layar YouTube)   Baca artikel detiknews, "Saat Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran Nonton Atraksi. (Foto: istimewa)
Prabowo-Gibran-Jokowi di Upacara HUT ke-81 RI (tangkapan layar YouTube) Baca artikel detiknews, "Saat Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran Nonton Atraksi. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo () terhadap wacana pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode mulai menunjukkan perubahan. Jika sebelumnya Jokowi secara terbuka mendukung duet tersebut, kini ia memilih menyebut Pemilu 2029 masih jauh.

Perubahan pernyataan itu mendapat perhatian pengamat politik Adi Prayitno. Ia menilai, ada sejumlah faktor yang membuat peluang Prabowo kembali berpasangan dengan Gibran pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 semakin kecil.

sebelumnya secara tegas menyatakan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode. Pernyataan tersebut disampaikan saat berada di kediamannya di Solo pada 30 Januari 2026.

“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” kata Jokowi ketika itu.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan Jokowi saat kembali ditanya mengenai dukungan tersebut pada Kamis (8/10/2026). Ia tidak lagi mengulang dukungannya, melainkan menjawab singkat bahwa kontestasi politik lima tahunan itu masih lama.

“Pemilu masih jauh,” ujar Jokowi.

Pengamat Sebut Peluang Duet Prabowo-Gibran Menipis

Adi Prayitno menilai, perubahan pernyataan Jokowi dapat berkaitan dengan semakin terbatasnya peluang Prabowo dan Gibran untuk kembali maju sebagai pasangan pada Pilpres 2029.

Menurut Adi, setidaknya ada dua faktor yang perlu diperhatikan. Pertama, peluang duet tersebut dinilai semakin kecil. Kedua, partai-partai dalam koalisi pendukung Prabowo disebut tidak menunjukkan ketertarikan untuk kembali mengusung Gibran sebagai calon wakil presiden.

“Bisa karena dua hal. Pertama karena peluang duet Prabowo-Gibran 2 periode sangat kecil, bahkan bisa tertutup. Kedua, partai koalisional pendukung Prabowo tak ada yang minat dengan Gibran sebagai cawapres Prabowo di 2029,” kata Adi dikutip Jumat (9/10/2026).

Ia juga merujuk pada survei Parameter Politik periode Juli-Agustus yang, menurutnya, menunjukkan sekitar 70 persen responden tidak setuju jika Prabowo-Gibran kembali berpasangan untuk periode kedua.

“Peluang duet Prabowo-Gibran 2 periode kecil, bahkan menipis. Survei Parameter Politik di bulan Juli-Agustus mayoritas publik tak setuju duet ini 2 periode,” ujarnya.

Selain persepsi publik, Adi menyoroti sikap partai-partai koalisi yang dinilainya turut memengaruhi prospek pencalonan Gibran. Ia mengaitkan situasi tersebut dengan persoalan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dokumen ijazah Gibran yang menjadi sorotan dalam perdebatan politik.

“Apalagi setelah putusan MK soal ijazah Gibran makin membuat partai koalisi tak mau duet ini berlanjut 2 periode,” kata Adi.

Adi menilai, dukungan partai-partai terhadap Prabowo tidak otomatis berarti mereka juga menginginkan Gibran kembali menduduki posisi calon wakil presiden pada Pilpres 2029.

“Partai koalisi ini seakan mau bilang untuk 2029; Prabowo yes, Gibran no,” tuturnya.

Gibran Harus Penuhi Syarat Pencalonan

Di sisi lain, Adi menilai Jokowi kemungkinan masih memiliki keinginan untuk mendorong putranya kembali berkiprah dalam kontestasi politik nasional pada 2029. Meski begitu, menurutnya, peluang tersebut juga bergantung pada terpenuhinya persyaratan administratif pencalonan.

Adi menekankan pentingnya persoalan persyaratan pendidikan yang menjadi sorotan dalam polemik terkait Gibran. Ia menyebut persyaratan tersebut perlu diselesaikan sebelum membahas lebih jauh mengenai peluang pencalonan pada pemilu mendatang.

“Pasti minat, tapi harus ikuti syarat administratif pencalonan minimal ijazah SMA atau yang sederajat, tanpa ini tak bisa. Gembok ini dulu yang diberesin, baru bicara minat maju,” tutup Adi.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait