Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace dan Tegaskan Komitmen Penanganan Krisis Iklim
Pemerintah menghormati aksi Greenpeace dan menegaskan komitmen menangani krisis iklim melalui anggaran Rp760 miliar serta penegakan hukum karhutla.
Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi menyatakan sikapnya untuk menghormati aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Greenpeace pada pagi hari ini, Rabu (21/10/2026).ย
Aksi tersebut dipandang sebagai bagian dari hak kebebasan warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Sikap terbuka ini disampaikan langsung oleh pejabat tinggi dari lembaga komunikasi pemerintah untuk merespons dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menjelaskan bahwa berbagai kekhawatiran yang disuarakan oleh para aktivis terkait dampak krisis iklim sangatlah dipahami. Selain krisis iklim, isu mengenai kenaikan biaya hidup yang dirasakan oleh warga juga menjadi salah satu perhatian utama dari Presiden. Oleh karena itu, kritik dan aspirasi yang disampaikan melalui aksi damai dinilai sebagai masukan yang konstruktif bagi jalannya pemerintahan.
Dalam keterangannya, Syahganda menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi ancaman perubahan iklim global. Presiden Prabowo Subianto bahkan mengambil langkah taktis dengan memimpin langsung penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah. Kepemimpinan langsung dari kepala negara ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam memitigasi bencana ekologis yang kerap berulang.
Sebagai bentuk nyata dari langkah tanggap darurat tersebut, kata Syahganda, pemerintah telah mengarahkan alokasi tambahan anggaran. Tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp760 miliar telah disiapkan dan dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Dana darurat ini difokuskan untuk membantu daerah-daerah yang paling rentan dan membutuhkan intervensi cepat dari pusat.
"Bantuan dana BTT tersebut tidak disalurkan secara sembarangan, melainkan dipetakan secara strategis ke sejumlah wilayah prioritas. Berdasarkan data dari Bakom RI, dana penanganan ini disalurkan mencakup 7 provinsi serta 35 kabupaten/kota yang dinilai paling terdampak oleh bencana karhutla dan krisis lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan serta mengoptimalkan pencegahan titik api baru," ujar Syahganda dalam keterangan tertulisnya yang diterima nusantaraterkini.co, Rabu (21/10/2026).
Tidak hanya berfokus pada pemadaman dan mitigasi dampak, pemerintah juga menyoroti aspek penegakan hukum yang lebih tegas. Presiden meminta agar sanksi yang dijatuhkan kepada para pelaku pembakaran hutan dan lahan diperberat. Hukuman yang lebih berat ini dinilai penting untuk memberikan efek jera yang maksimal bagi para oknum perusak lingkungan.
"Bahkan, dalam arahannya, pelanggaran berat berupa pembakaran hutan dan lahan diusulkan untuk digolongkan ke dalam kategori terorisme ekologi. Penggolongan status hukum yang ekstrem ini mencerminkan betapa berbahayanya kejahatan lingkungan bagi keselamatan bangsa, masa depan generasi, dan kelangsungan hidup ekosistem global," pungkasnya.
Syahganda melanjutkan, pemerintah menilai bahwa tindakan membakar hutan demi kepentingan segelintir pihak telah merugikan jutaan rakyat Indonesia, baik dari segi kesehatan akibat kabut asap maupun kerugian ekonomi. Dengan instrumen hukum yang disetarakan dengan kejahatan luar biasa, para pelaku diyakini akan berpikir ulang sebelum melakukan tindakan destruktif tersebut.
"Melalui berbagai langkah komprehensif ini, pemerintah berharap sinergi antara negara, masyarakat, dan gerakan lingkungan seperti Greenpeace dapat terus terjalin dengan baik. Kebebasan berpendapat tetap dijamin, sementara penegakan hukum dan kebijakan mitigasi krisis iklim akan terus digalakkan secara konsisten demi masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan," tutupnya.
(Akb/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDaniel Johan Desak Evaluasi Menyeluruh Usai Lima Petugas dan Relawan Tewas dalam Karhutla Bromo
hendra·7 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Tembus Rp17.992 per Dolar AS, Kebijakan Trump dan Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan
hendra·38 menit yang lalu -
NEWSPemerintah Hormati Aksi Greenpeace dan Tegaskan Komitmen Penanganan Krisis Iklim
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSKetua DPD RI Sultan Najamudin: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi dan Kesejahteraan Desa
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWSSaadiah Uluputty Peringatkan Bahaya Sawitisasi Lahan Bekas Karhutla, Ekosistem Terancam Rusak
hendra·2 jam yang lalu -
-
-
NEWSHensa Kritik Kinerja Menteri Prabowo-Gibran: Sudah Merasa Tak Mampu, tetapi Tak Mau Mundur
hendra·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan