Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemulihan Akses sampai Kurangi Intensitas Hujan Masih Terus Dilakukan BNPB

Editor:  Akbar
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BNPB melakukan upaya mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih dilaksanakan dengan mengoperasikan dua pesawat sejak 7 Desember hingga 16 Desember, Rabu (17/12/2025). (Tangkapan Layar Nusantaraterkini.co/BNPB)

Nusantaraterkini.co, SILANGIT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan percepatan pemulihan akses pascabanjir yang melanda Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Untuk itu, BNPB menyediakan sedikitnya 115 alat berat.

“Untuk mendukung percepatan penanganan di berbagai wilayah terdampak, sebanyak 115 unit alat berat telah dikerahkan. Alat berat tersebut digunakan untuk pembersihan material longsor, normalisasi alur sungai, serta perbaikan badan jalan. Konsentrasi alat berat terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sebanyak 54 unit dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sebanyak 32 unit,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga : BNPB Percepat Pemulihan Akses Bencana Sumut: Total Korban Wafat 360 Jiwa, 28 Ribu Rumah Rusak

Ia mengaku dampak bencana di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sumut masih cukup besar. Data terbaru, kata Abdul Muhari, ada peynambahan 5 korban meninggal dunia di Kabupaten Tapteng. “Sehingga total korban meninggal dunia mencapai 360 jiwa,” ujarnya.

Maka dari itu, upaya percepatan dilakukan pada operasi pencarian dan pertolongan korban, pemulihan akses dan infrastruktur terdampak, serta distribusi bantuan dan penanganan pengungsi.

Selain korban jiwa, sambungnya, bencana juga mengakibatkan warga harus mengungsi. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 21.579 jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Tapteng sebanyak 10.887 jiwa dan Kabupaten Tapsel sebanyak 5.197 jiwa.

Empat Sektor Prioritas BNPB

Seiring dengan proses pendataan yang terus dilakukan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung di empat sektor prioritas, meliputi Kecamatan Sibabangun dan Aloban Bair di Kabupaten Tapanuli Tengah, Desa Garoga Kecamatan Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, serta wilayah Pancuran Gerobak di Kota Sibolga.

“Tim SAR gabungan melakukan percepatan pencarian dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel dan kondisi cuaca di lapangan,” katanya.

Baca Juga : Jalur Udara Kualanamu–Rembele Resmi Dibuka, Komisi V Dorong Pemulihan dan Konektivitas Aceh Tengah

Pada aspek penanganan infrastruktur, BNPB bersama TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum melakukan percepatan pemulihan akses darat yang terdampak bencana.

Jembatan Bailey Rampung, Sidimpuan dengan Tapteng Bisa Dilalui Jalur Darat

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan akses utama yang menghubungkan Kota Padangsidimpuan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga kini telah kembali dapat dilalui kendaraan.

Hal itu, katanya, setelah rampungnya pemasangan Jembatan Bailey di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Jembatan yang menjadi prioritas utama tersebut telah mencapai progres 100 persen dan berfungsi secara optimal untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujarnya.

Langkat Menjadi Kabupaten Terbanyak Rumah Rusak Akibat Banjir

Dari sisi permukiman, dampak kerusakan rumah akibat bencana tercatat cukup signifikan. Total rumah rusak di Provinsi Sumatera Utara mencapai 28.708 unit.

Dari jumlah tersebut, masih dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, sebanyak 5.158 unit masuk kategori rusak berat, dengan 1.068 unit di antaranya dilaporkan hilang atau hanyut terbawa banjir.

Kabupaten Langkat menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak, yakni 11.273 unit, disusul Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 6.481 unit dan Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 4.624 unit.

BNPB dan Pemda Siapkan Huntara

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan sebagai bagian dari percepatan penanganan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal, BNPB bersama pemerintah daerah terus menyiapkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

Pembangunan Huntara di Kabupaten Tapanuli Utara, katanya, sebanyak 102 unit telah dimulai sejak Sabtu (13/12/2025). Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan telah disepakati lokasi relokasi di lahan milik PTPN IV Kebun Batang Toru dan Kebun Hapesong untuk rencana pembangunan 488 unit Huntara.

Baca Juga : Total Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 1.053 Jiwa, Ratusan Ribu Orang Mengungsi

Baca Juga : Prabowo Cium Aroma Campur Tangan Asing dalam Isu Penanganan Bencana Sumatera

Dalam mendukung percepatan pemenuhan kebutuhan dasar dan pengurangan risiko lanjutan, BNPB juga terus menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak.

Hingga saat ini, bantuan seberat 1,93 ton telah didistribusikan melalui empat sorti penerbangan menggunakan helikopter TNI dan BNPB dari Lanud Silangit menuju Kabupaten Tapanuli Tengah.

OMC Dioperasikan Kurangi Intensitas Hujan

Selain itu, upaya mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih dilaksanakan dengan mengoperasikan dua pesawat sejak 7 Desember hingga 16 Desember.

Total bahan semai yang digunakan mencapai 56.000 kilogram guna mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak.

BNPB memastikan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus dilakukan secara terpadu untuk mendukung percepatan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara bertahap.

(Akb/nusantaraterkini.co)