Nusantaraterkini.co, MEDAN - BNPB menghentikan pencarian korban banjir dan longsor di dua provinsi yaitu Sumatera Utara dan Sumatera Barat, karena status kebencanaan yang sudah berubah menjadi transisi darurat.
Meski begitu, Kepala BPBD Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih menyatakan, personel gabungan SA tetap bersiaga di lokasi bencana. Dia menyebut pencarian korban tidak sepenuhnya dihentikan.
"Itu sifatnya personel tetap disiagakan. Artinya, ketika ada informasi ataupun petunjuk dari pihak manapun, mereka (personel SAR gabungan) tetap bergerak dan standby di lokasi," katanya saat dikonfirmasi Nusantaraterkini.co, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga : Wagub Fadhlullah Siapkan Hunian Sementara dan Stimulus Ekonomi untuk Warga Aceh
Sementara disinggung soal up date terkini penanganan pascabencana di Sumut, Tuahta menjelaskan, pihaknya tengah menyusun dokumen rencana rehab rekonstruksi. Dokumen ini mencakup di semua kabupaten dan kota yang terdampak.
Setelah disusun, nantinya dokumen tersebut akan diilegitimasi menjadi SK Gubernur dan akan rampung, pada akhir Januari.
Tujuannya, sambungnya, adalah Sumut dapat memiliki satu data kebencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Dokumen ini jadi satu data nantinya. Semua pihak yang berkewenangan dan berkompetensi dalam pemulihan wajib menggunakan data ini," ucapnya.
Diketahui, adapun data korban bencana banjir dan longsor Sumatera Utara per Sabtu (10/1/2026) sore, korban meninggal dunia sudah mencapai 375 jiwa, hilang 41 jiwa, luka-luka 126 jiwa, menungsi 13.278 jiwa, dan sebanyak 1.803.549 jiwa terdampak.
Sebelumnya diberitakan, BNPB menghentikan proses pencarian korban banjir dan longsor di dua provinsi yaitu Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sejak Jumat (9/1/2026).
Baca Juga : Kemensos Siapkan Rp600 Miliar Bansos Kebencanaan, Korban di Sumatera Terima Jaminan Hidup
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan meski proses pencarian korban dihentikan, tim search and rescue (SAR) tetap disiagakan di lokasi bencana.
"Untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, proses pencarian sudah dihentikan, tapi tim SAR masih terus stand by," kata Abdul Muhari di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat, (9/1/2026).
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
