Nusantaraterkini.co,MEDAN-Tragedi bencana hidrometeorologi yang melanda bagian barat Indonesia kian memilukan seiring melonjaknya angka kematian di tiga provinsi terdampak. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis pada Selasa (16/12/2025), akumulasi korban jiwa akibat terjangan banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat kini telah menembus angka 1.053 orang.
Lonjakan ini dipicu oleh penemuan jenazah baru di beberapa titik krusial, termasuk penemuan signifikan di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah yang menambah daftar duka nasional sebanyak 23 jiwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa distribusi fatalitas paling tinggi saat ini berada di wilayah Aceh dengan total 449 kematian, diikuti oleh Sumatera Utara dengan 360 korban, dan Sumatera Barat yang mencatatkan 244 korban jiwa. Meskipun operasi pencarian terus dioptimalkan, tantangan di lapangan masih menyisakan ketidakpastian bagi keluarga korban yang belum ditemukan.
Baca Juga : AHY Targetkan Huntara Siap Huni sebelum Ramadan 2026
"Korban hilang yang masih dalam proses pencarian hari ini berkurang 6 nama, menjadi 200 orang. Aceh 31, Sumut 79, dan Sumbar 90 jiwa. Pengungsi total 606.040 jiwa," ujar Muhari, melalui konfrensi pers secara virtual.
Sementara itu, angka pengungsiyang telah melampaui setengah juta orang tersebut menggambarkan betapa masifnya skala kerusakan pemukiman dan infrastruktur di sepanjang wilayah Sumatera.
"Tim gabungan masih terus berpacu dengan waktu untuk menyisir lokasi-lokasi terdampak, terutama di titik-titik longsor yang sulit dijangkau, guna memberikan kepastian status bagi 200 warga yang hingga kini belum diketahui," pungkas Muhari.
Baca Juga : 58 Hari Pascabencana, PDI Perjuangan Laksanakan Perayaan Natal di Hutanabolon Tapteng
(Emn/Nusantaraterkini.co)
