Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jembatan Anggoli yang Hubungkan Tapsel dan Tapteng Mulai Ditimbun

Jembatan Anggoli penghubung Tapsel-Tapteng yang terputus kini mulai ditimbun dengan alat berat. Satgas Yonzipur I/DD juga memasang Jembatan Bailey

Jembatan Anggoli yang menghubungkan Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapteng dilakukan penimbunan, Minggu (7/12/2025). (Foto: istimewa)
Jembatan Anggoli yang menghubungkan Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapteng dilakukan penimbunan, Minggu (7/12/2025). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, - Pemerintah terus melakukan upaya untuk membuka kembali akses menuju Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pascabanjir dan yang terjadi pekan lalu.

Kondisi terkini, Minggu (712/2025), yang menghubungkan , Kecamatan , Kabupaten Tapanuli Selatan () dan Desa Anggoli, Kecamatan , Kabupaten Tapteng sedang dilakukan penimbunan pada bekas patahan ujung jembatan menggunakan alat berat.

Diketahui, pada Selasa (25/11/2025) lalu, jembatan penghubung kedua Kabupaten Tapsel dan Tapteng ini terputus akibat yang membawah material kayu.

Baca Juga : Menteri LH Setop Operasional Tambang, Perkebunan Sawit, dan PLTA di Batang Toru: Audit Lingkungan Wajib Dilakukan

Akibatnya, akses kedua kabupaten tersebut tidak bisa dilalui, sehingga menyebabkan daerah itu menjadi terisolir.

Diketahui, memang menjadi salah satu daerah terparah yang terdampak dan tanah karena akses jalan penghubung utama di desa tersebut terputus total.

Di waktu bersamaan, juga mulai memasang di Desa Garoga, Minggu (7/12/2025).

Upaya pemulihan dilakukan dengan mengerahkan personel serta dukungan alat berat berupa crane dan excavator untuk menata komponen jembatan darurat di lokasi.

Baca Juga : Kunjungi Desa Garoga Tapsel, Wapres Gibran Pastikan Korban Banjir Bandang Dapat Pelayanan Baik

yang dipasang memiliki panjang 33 meter, lebar 3,05 meter, dan mampu menopang beban hingga 35 ton. Sebanyak 20 personel Yonzipur I/DD terlibat dalam pengerjaan konstruksi tersebut.

Dalam keterangannya, Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan, personel terus bekerja maksimal agar jalur penghubung dapat segera kembali dilalui.

“Kami berharap pemasangan ini cepat tuntas sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ujarnya.

(*/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru