Pemerintah Didesak Aktif Dorong Gencatan Senjata Houthi-Arab Saudi
Anggota DPR Oleh Soleh mendesak pemerintah Indonesia mendorong gencatan senjata Houthi-Arab Saudi demi melindungi warga sipil dan jemaah umrah.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh, mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik untuk mendorong penghentian serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi. Ia menilai, upaya gencatan senjata perlu segera dilakukan guna mencegah eskalasi konflik yang dapat mengancam keselamatan warga sipil, termasuk jemaah umrah Indonesia.
Desakan tersebut disampaikan menyusul upaya pertahanan Arab Saudi mencegat dua rudal balistik yang ditembakkan ke wilayahnya pada Minggu (25/10/2026). Puing-puing rudal yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh di sejumlah lokasi, termasuk Wadi Al-Mughammas, sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah.
“Saya sangat prihatin dengan serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi. Konflik bersenjata seperti ini harus segera dihentikan karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak-pihak yang bertikai, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sipil,” ujar Oleh Soleh, Senin (26/10/2026).
Menurut Oleh, Indonesia perlu memanfaatkan jalur diplomasi untuk mendorong kedua pihak menghentikan serangan militer. Pemerintah juga diharapkan menggalang dukungan negara-negara lain, khususnya negara Islam, untuk bersama-sama mendorong perdamaian dan tercapainya gencatan senjata.
Ia menegaskan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam konflik tersebut. Peran aktif melalui dialog dan kerja sama internasional diperlukan untuk meredakan ketegangan sekaligus mendorong penyelesaian konflik secara damai.
“Indonesia jangan hanya menjadi penonton. Pemerintah perlu aktif membangun komunikasi dengan negara-negara terkait dan menggalang dukungan internasional agar Houthi dan Arab Saudi menghentikan serangan. Kita harus mengedepankan dialog dan mencari jalan keluar yang damai,” tegasnya.
Selain mendorong perdamaian, Oleh juga mengingatkan potensi dampak konflik terhadap keamanan warga negara Indonesia (WNI), terutama jemaah umrah yang sedang berada maupun akan berangkat ke Tanah Suci.
Menurutnya, keselamatan jemaah harus menjadi prioritas pemerintah mengingat Makkah dan Madinah merupakan tujuan ibadah umat Islam dari berbagai negara. Karena itu, perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut perlu dipantau secara berkala.
“Jangan sampai konflik bersenjata ini membahayakan jemaah umrah kita. Masyarakat Indonesia yang datang ke Tanah Suci harus bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang. Karena itu, penghentian serangan menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
Oleh meminta Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk memantau perkembangan konflik, memastikan perlindungan WNI, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila situasi keamanan memburuk.
Ia berharap upaya diplomasi Indonesia tidak hanya meredakan ketegangan dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong penyelesaian konflik yang berkelanjutan agar serangan serupa tidak kembali terjadi.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKades di Bangkalan Diduga Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep Tak Tersedia
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTragis! Anak 14 Tahun di Pati Diduga Dicabuli Kakak dan Ayah Tiri, Korban Diancam dengan Video
hendra·4 jam yang lalu -
SUMSELSisa 5 Hari! Herman Deru Minta Warga Sumsel Segera Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan
5 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Daerah di Aceh, 12 Pelaku Ditangkap: 21 Motor Hasil Curian Disita
hendra·5 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Kelas 3 SD, Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib! Kemendikdasmen Siapkan 59 Ribu Guru
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSKarhutla Way Kambas Belum Padam, BNPB Kerahkan Personel dan Helikopter Water Bombing
hendra·6 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOPolda Sumut Ungkap Penyelewengan Solar Subsidi Pakai Mobil Boks
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
NEWS VIDEOAkali Takaran BBM Selama 7 Tahun, Manager dan SPV SPBU di Sergai Ditangkap Polda Sumut
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
NEWSAMNB Temui Ketua DPRD Madina, Desak Surat Usulan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Segera Ditanggapi
hendra·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan