Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perwira Muda Kopassus Letda Jihad Ahmad al-Rasyid Tewas Tertembak

Perwira muda Kopassus Letda Jihad Ahmad al-Rasyid meninggal akibat insiden senjata api di gudang senjata. Denpom Surakarta segera menyelidiki.

Ilustrasi mayat. (Foto: istimewa)
Ilustrasi mayat. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti Korps Pasukan Khusus () TNI Angkatan Darat setelah salah satu perwira mudanya, Letda Jihad Ahmad al-Rasyid, meninggal dunia akibat insiden senjata api di sebuah gudang senjata di wilayah .

Pihak menegaskan, peristiwa yang merenggut nyawa anggota Grup 6 Kopassus tersebut bukan merupakan aksi penembakan yang disengaja. Insiden itu diduga terjadi akibat kelalaian dan ketidaksengajaan saat berada di gudang senjata.

Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pistol meletus dalam insiden yang disebut terekam kamera pengawas atau CCTV.

"Kejadiannya di gudang senjata, pistol meledak. Murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan (semua terekam di CCTV)," ujar Indra dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Indra juga meluruskan pemberitaan yang menyebut Letda Jihad ditembak oleh rekan sesama prajuritnya saat berada di . Menurut dia, penggunaan istilah penembakan dapat menimbulkan kesan bahwa peristiwa tersebut dilakukan secara sengaja.

"Tidak ada istilah penembakan ya, kalau penembakan jadi kesannya sengaja gitu," katanya.

Kasus Segera Ditangani Polisi Militer

Meski pihak Kopassus menyebut insiden tersebut sebagai kejadian yang tidak disengaja, penyebab pasti peristiwa itu masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan.

Indra menyampaikan, penanganan kasus tersebut direncanakan segera dilimpahkan kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta. Penyidik nantinya akan mendalami kejadian tersebut untuk memperjelas kronologi dan menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan.

"Rencana besok kasus mulai dilimpahkan ke Denpom Surakarta, sehingga nanti akan diperjelas penyidik Denpom untuk kelanjutan kasusnya," ungkapnya.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, pihak Kopassus belum memerinci siapa saja yang berada di lokasi ketika insiden terjadi maupun bagaimana urutan kejadian hingga senjata api meletus. Hasil penyelidikan Denpom diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut.

Jenazah Tiba di Sorong, Keluarga dan Jajaran TNI Berduka

Sementara itu, jenazah Letda Jihad Ahmad al-Rasyid telah tiba di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu siang (25/10/2026).

Setibanya di Sorong, jenazah disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Kanal Victory sebelum dimakamkan di Taman Makam Bahagia Sorong.

Pengantaran jenazah dilakukan oleh Komandan Grup 2 Kopassus, Brigjen TNI Edwin Apria Candra, bersama istrinya. Kedatangan jenazah disambut oleh keluarga, kerabat, serta jajaran TNI dalam suasana penuh duka.

Ayah almarhum, Mayor Inf Triyana, diketahui menjabat sebagai Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 181/PVT Sorong.

Sejumlah pejabat TNI turut hadir dalam prosesi persemayaman, di antaranya Komandan Korem 181/PVT Sorong Brigjen TNI Slamet Riadi dan Komandan Grup 6 Kopassus Brigjen TNI Richard Arnold Y. Sangari.

Kepergian Letda Jihad menjadi kabar duka bagi keluarga dan satuannya. Di sisi lain, penanganan oleh Polisi Militer akan menjadi bagian penting untuk mengungkap secara utuh penyebab insiden yang merenggut nyawa perwira muda tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait