Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kades di Bangkalan Diduga Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep Tak Tersedia

Kades di Bangkalan dilaporkan ke polisi setelah diduga menganiaya perawat Puskesmas Kwanyar. Insiden disebut dipicu salep Bufacort yang tak tersedia.

Rekaman CCTV memperlihatkan suasana di Puskesmas Kwanyar saat seorang kepala desa diduga menganiaya perawat gegara tak dapat salap. (Foto: Tangkapan layar CCTV).
Rekaman CCTV memperlihatkan suasana di Puskesmas Kwanyar saat seorang kepala desa diduga menganiaya perawat gegara tak dapat salap. (Foto: Tangkapan layar CCTV).
A A

Nusantaraterkini.co,  – Seorang kepala desa (kades) di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berinisial S, dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap seorang perawat Puskesmas Kwanyar. Insiden tersebut diduga dipicu persoalan obat salep yang diminta saat berobat, tetapi disebut tidak tersedia di bagian farmasi.

Perawat yang mengaku menjadi korban, Miftahul Khoir, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/10/2026), ketika S datang ke Puskesmas Kwanyar untuk mendapatkan perawatan luka terbuka di bagian kaki.

Saat itu, seorang perawat terlebih dahulu menangani luka S. Miftahul mengaku melihat proses perawatan tersebut dari kejauhan karena masih menyelesaikan pekerjaan lain.

"Lalu teman saya merawat luka itu, saya lihat dari jauh karena sedang menyelesaikan tugas lain," kata Miftahul, Senin (26/10/2026).

Setelah menyelesaikan tugasnya, Miftahul menghampiri rekannya yang sedang merawat pasien tersebut. Ia kemudian diminta mengambil obat dan kasa untuk keperluan perawatan luka.

Miftahul mengatakan, setelah memeriksa aplikasi pelayanan, obat yang dibutuhkan belum tercatat. Ia kemudian berinisiatif membuat resep manual dan membawanya ke bagian farmasi.

"Setelah itu dari farmasi dapat obat, lalu saya berikan ke bapak (S) itu," ujarnya.

Menurut Miftahul, obat yang diberikan berupa antibiotik dan kasa untuk mengganti pembalut luka di rumah. Namun, setelah menerima obat tersebut, S menanyakan salep yang diinginkannya.

Miftahul kemudian mengonfirmasi kebutuhan salep kepada perawat yang sebelumnya menangani S. Dari komunikasi tersebut, ia mengetahui bahwa permintaan salep belum disampaikan saat perawatan awal.

Ia lalu menghubungi bagian farmasi untuk memastikan ketersediaan obat yang diminta pasien.

"Saya sampaikan baik-baik ke bapak (S) itu kalau salep Bufacortnya tidak ada. Beliau langsung ambil sendal dan pergi dari ruang UGD," ungkapnya.

Setelah kejadian itu, Miftahul dan rekannya kembali ke ruang petugas. Namun, tidak lama berselang, seorang petugas keamanan mendatanginya dan memberi tahu bahwa S sedang marah-marah.

Miftahul mengaku kemudian menghampiri S untuk menanyakan persoalan yang terjadi. Akan tetapi, menurut keterangannya, S justru merekam dirinya menggunakan telepon genggam sambil melontarkan kemarahan.

Situasi semakin memanas ketika S diduga menuding Miftahul dan petugas farmasi sengaja tidak memberikan salep yang dimintanya.

Miftahul mengatakan, S kemudian menarik kerah bajunya sebelum melakukan tindakan yang ia sebut sebagai penganiayaan.

"Di situ, dia langsung menganiaya saya," katanya.

Melihat kejadian tersebut, sejumlah petugas lain berusaha melerai keduanya. S kemudian meninggalkan fasilitas kesehatan itu.

Setelah kejadian tersebut, Miftahul mendatangi Mapolres bersama kuasa hukumnya untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya.

"Kami laporkan," ujarnya.

Laporan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk mengungkap secara jelas rangkaian kejadian serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memeriksa informasi mengenai laporan tersebut.

"Nanti akan kami cek terlebih dahulu," kata Agung.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan laporan maupun status hukum S. Keterangan dari pihak terlapor juga belum tercantum dalam informasi yang tersedia.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait