Dampak Serangan Houthi, Bandara Riyadh Ditutup Hingga 17 Oktober
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan ditutup hingga 17 Oktober 2026 menyusul ancaman serangan rudal dan drone Houthi.
Nusantaraterkini.co, RIYADH โ Sektor penerbangan dan ekonomi Arab Saudi berada dalam kondisi darurat menyusul gelombang serangan rudal balistik serta drone yang dilancarkan kelompok Houthi. Menanggapi ancaman keselamatan penerbangan sipil tersebut, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi memperpanjang penutupan total operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.
โEskalasi serangan dalam beberapa hari terakhir memicu korban jiwa serta kerusakan fasilitas publik, termasuk insiden pada akhir pekan yang menewaskan belasan orang dan melukai ratusan lainnya. Dampaknya memicu gangguan penerbangan terbesar di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir, di mana tingkat pembatalan penerbangan di seluruh bandara negara tersebut melonjak hingga 46,4 persen menurut data lembaga analisis penerbangan Cirium.
โGelombang penangguhan penerbangan langsung terjadi secara masif dari berbagai maskapai global. Lufthansa, Air France-KLM, Etihad Airways, Qatar Airways, hingga Delta Air Lines terpaksa membatalkan rute penerbangan menuju Riyadh, Jeddah, dan Dammam demi keselamatan penumpang.
โAncaman ini turut memicu respons tegas lembaga penerbangan internasional. Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengeluarkan peringatan bahaya lintas wilayah udara Saudi, sementara OPSGROUP mengimbau maskapai penerbangan global untuk menghindari rute selatan Timur Tengah dan mengalihkan penerbangan via jalur Asia Tengah.
โ"Tingkat serangan intensif dan berkelanjutan terhadap penerbangan sipil ini belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Pendiri OPSGROUP, Mark Zee, seperti dilansir RMOL, Selasa (13/10/2026).
โSelain melumpuhkan sektor penerbangan, krisis keamanan ini mengancam stabilitas ekonomi Arab Saudi. Gangguan penerbangan internasional berpotensi menggagalkan berbagai forum bisnis dan agenda investasi global di ibu kota Riyadh, kian memperberat tekanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) riil negara tersebut yang diproyeksikan berkontraksi sebesar 3,6 persen pada tahun ini.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOPria Diduga Provokator Bentrokan yang Lukai Dua Jurnalis di Depan Mapolda Sumsel Bawa 2 Sajam
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Fokuskan APBD 2027 untuk Benahi 100 Titik Banjir hingga Kesejahteraan Guru
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Arsenal Kontra Lille, Arteta Kenang Peran Penting Olivier Giroud di Masa Lalu
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALAHY: Indonesia Harus Jadi Kekuatan Menengah Berpengaruh di Tengah Era Paradoks Global
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPermohonan Prapid Doddy Thahir Dikabulkan, Penetapan Tersangka tak Sah
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
NASIONAL14 Orang Terjaring, KPK Amankan Uang Rp1,4 Miliar dan Logam Mulia dalam OTT di BNPB
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NASIONALBNPB Hormati Proses Hukum KPK Usai OTT, Pastikan Tetap Fokus Tugas Kemanusiaan
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
-
NEWSRiset Trend Asia Sebut PLTU Captive dan Ekspor Batubara Pemicu "BlackOut"
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALJurnalis Dihajar saat Live Unjuk Rasa, Pimred Tribun Sumsel dan Sripo Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan