Modus Guru SD di Deliserdang Terungkap, Sejumlah Siswi Diduga Jadi Korban Pencabulan
Polisi mengungkap dugaan modus guru SD di Deliserdang mencabuli sejumlah siswi saat jam pelajaran. Korban mendapat pendampingan medis dan psikologis.
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Seorang guru sekolah dasar (SD) berinisial MJH (36) di Kabupaten Deliserdang, diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah murid perempuan. Polisi mengungkap, pelaku diduga memanfaatkan aktivitas belajar mengajar di sekolah untuk melancarkan aksinya.
Kapolresta Deliserdang Kombes Muhammad menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga menggunakan kegiatan belajar sebagai modus untuk mendekati korban. Ketika memiliki kesempatan, pelaku kemudian melakukan tindakan yang mengarah pada dugaan pencabulan.
"Dari hasil pemeriksaan, pelaku menyampaikan modus operandinya. Pelaku berpura-pura menyuruh korban, kemudian melakukan tindakan-tindakan yang diduga cabul," ujar Muhammad dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2026).
Menurut keterangan polisi, dugaan perbuatan tersebut terjadi di lingkungan sekolah, termasuk di dalam ruang kelas ketika kegiatan pembelajaran berlangsung.
Tersangka diduga melakukan tindakan tidak senonoh dengan menyentuh bagian intim korban. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena korban merupakan anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan selama berada di lingkungan pendidikan.
Terungkap Setelah Korban Bercerita kepada Orang Tua
Kasus dugaan pencabulan ini mulai terungkap setelah salah seorang korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tua.
Mendapatkan pengaduan tersebut, orang tua korban kemudian mempertanyakan dugaan perbuatan itu kepada tersangka dan meneruskan persoalan tersebut kepada pihak sekolah.
Pihak sekolah selanjutnya melakukan penelusuran terhadap laporan yang diterima. Dari pendalaman awal tersebut, muncul dugaan bahwa tindakan serupa juga dialami oleh sejumlah siswi lainnya.
"Setelah diadukan ke pihak sekolah dan didalami, ternyata pelaku juga melakukan hal serupa kepada beberapa siswi lain di sekolah tersebut," kata Muhammad.
Merasa keberatan atas dugaan perbuatan tersebut, para korban bersama orang tua masing-masing kemudian melaporkannya kepada kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum.
Korban Mendapat Pendampingan Medis dan Psikologis
Dalam menangani perkara ini, polisi menyatakan para korban didampingi orang tua masing-masing selama menjalani pemeriksaan.
Penyidik juga melakukan pemeriksaan medis melalui visum serta menyediakan pendampingan psikiatri bagi korban. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memastikan kondisi fisik dan psikologis anak-anak yang terdampak tetap mendapatkan perhatian selama proses hukum berlangsung.
Pendampingan terhadap korban menjadi bagian penting dalam penanganan perkara yang melibatkan anak, mengingat dugaan kekerasan seksual dapat menimbulkan dampak psikologis yang membutuhkan penanganan secara tepat.
Polisi menyatakan proses penyidikan terus dilakukan untuk mendalami dugaan perbuatan tersangka serta mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Polisi Dalami Pengakuan Tersangka
Dalam pemeriksaan, tersangka disebut mengaku merasakan dorongan seksual ketika melihat anak perempuan di bawah umur. Keterangan tersebut disampaikan Kapolresta Deliserdang berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik.
"Kalau hasil pemeriksaan, tersangka menyampaikan bahwa melihat anak-anak perempuan di bawah umur merasa nafsu," ujar Muhammad.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan kondisi psikologis tersangka berdasarkan pengakuan tersebut. Penyidik berencana melakukan pemeriksaan psikologis lebih lanjut untuk mendalami keterangannya.
"Tapi nanti ini kan kita dalami, ya. Nanti kita juga akan melakukan pemeriksaan secara psikologis kepada tersangkanya," katanya.
Pemeriksaan lanjutan tersebut diharapkan membantu penyidik memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi tersangka dan perkara yang sedang ditangani.
Polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan rangkaian peristiwa, keterangan para korban, serta alat bukti yang diperlukan dalam proses hukum.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSBanjir Bandang Terjang Silinda Sergai, 21 Rumah Rusak dan Sejumlah Jembatan Terdampak
hendra·7 menit yang lalu -
NEWSDugaan Pelayanan RSUD Nurdin Hamzah Dipengaruhi Koneksi, LMPP Desak DPRD dan Dinkes Turun Tangan
hendra·38 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALModus Guru SD di Deliserdang Terungkap, Sejumlah Siswi Diduga Jadi Korban Pencabulan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKetua DPRK Nagan Raya Digerebek Istri Sah Saat Berduaan Bersama Wanita di Dalam Kamar Rumah Dinas
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSKapolri dan PBNU Perkuat Sinergi, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Jadi Landasan Jaga Kamtibmas
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri dan Muhammadiyah Perkuat Dialog, Toleransi Jadi Kunci Cegah Konflik Sosial
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Soroti Kejahatan Digital Lintas Negara, Minta Aset Pelaku Ditelusuri hingga Tuntas
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolda Kepri Bongkar 3 Kasus TPPO di Batam, 6 Tersangka Diringkus
hendra·3 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOTekan Karhutla Berulang, Restorasi Gambut jadi Fokus Pemprov Sumsel
Fadli Tara·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan