Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Banjir Bandang Terjang Silinda Sergai, 21 Rumah Rusak dan Sejumlah Jembatan Terdampak

Banjir bandang menerjang Silinda, Sergai, merusak 21 rumah dan sejumlah jembatan. Warga mengungsi, sementara lahan pertanian turut terdampak.

Kondisi pemukiman warga yang diterjang ait bandang di kecamatan Silinda, Rabu malam (28/10/2026). (Foto: Joni S/nusantaraterkini.co).
Kondisi pemukiman warga yang diterjang ait bandang di kecamatan Silinda, Rabu malam (28/10/2026). (Foto: Joni S/nusantaraterkini.co).
A A

Nusantaraterkini.co, SERGAI – Banjir bandang menerjang Kecamatan , Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Bencana yang dipicu hujan di wilayah hulu Sungai Buaya tersebut mengakibatkan 21 rumah rusak, sejumlah jembatan mengalami kerusakan, serta lahan pertanian terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serdang Bedagai, Rico Ebtian, mengatakan banjir berdampak pada sejumlah titik di wilayah Kecamatan . Selain merendam permukiman, derasnya arus air turut merusak infrastruktur dan mengganggu akses warga.

Di Dusun II, Desa Kulasar, sebanyak 17 rumah dilaporkan terendam air hingga setinggi satu meter. Empat rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke Gereja GKPS Kulasar.

Banjir juga menyebabkan kerusakan pada jembatan besi di kawasan tersebut. Pagar penyangga di sisi kanan dan kiri jembatan hanyut terbawa arus, sementara bagian tepi sungai mengalami erosi sepanjang sekitar 25 meter.

BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, warga yang kehilangan tempat tinggal akibat terseret arus air telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jembatan Rusak, Akses Warga Terganggu

Dampak banjir bandang juga terjadi di Dusun II, Desa Pamah. Jembatan Batu Logang yang menjadi akses utama menuju wilayah Deli Serdang mengalami kerusakan berat setelah besi pagar penyangganya hanyut terbawa arus.

Kerusakan tersebut menyebabkan jembatan tidak dapat dilalui dan memutus akses menuju ladang masyarakat Desa Pamah.

Di titik lainnya, tepatnya Dusun III, Desa Sungai Buaya, lahan persawahan seluas sekitar satu hektare terdampak banjir. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan tanaman padi dan potensi gagal panen.

Sementara itu, di Desa Tapak Meriah, Dusun V, jembatan Ardipas mengalami kerusakan setelah penyangga di kedua sisinya hanyut diterjang arus. Di sekitar jembatan juga ditemukan tumpukan sampah berupa kayu dan batang pohon yang terbawa banjir.

Lahan Pertanian Terdampak, Longsor Tutup Jalan Desa

Bencana tersebut turut menimbulkan kerugian pada sektor pertanian. BPBD Sergai mencatat lahan jagung dan pisang seluas sekitar dua hektare terdampak banjir bandang.

Selain banjir, tanah longsor terjadi di dua titik di Dusun VI Torus Buaya, Desa Tarean. Material longsor menutup jalan desa yang menghubungkan kawasan tersebut dengan permukiman warga.

Kondisi ini mengganggu akses masyarakat, sehingga diperlukan penanganan untuk membuka kembali jalur yang tertutup material longsor.

Rico Ebtian mengatakan BPBD telah melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terdampak dan terseret arus. Pihaknya juga telah menyampaikan kebutuhan bantuan kepada Bupati Serdang Bedagai setelah berkoordinasi pada Kamis (29/10/2026).

Hingga laporan ini disusun, dampak banjir bandang di Kecamatan Silinda meliputi kerusakan rumah, jembatan, jalan desa, serta lahan pertanian. Penanganan terhadap warga terdampak dan infrastruktur yang rusak menjadi perhatian setelah bencana tersebut.

(Jon/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait