Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perbaikan Jalan Provinsi Sibuluan -Aek Korsik Tapteng Berjalan Lamban, Pelaksana Ungkap Sejumlah Kendala

Proyek jalan Sibuluan–Aek Korsik Tapteng senilai Rp23 miliar baru mencapai 50 persen. Pelaksana mengungkap kendala cuaca, material, dan pasar.

Tampak saat alat berat melakukan pemadatan ruas jalan di segmen dua, perbaikan Jalan Provinsi Sibuluan- Aek Korsik, Kamis (22/10/2026). (Foto: Jasman Julius Mendrofa/Nusantarterkini.co).
Tampak saat alat berat melakukan pemadatan ruas jalan di segmen dua, perbaikan Jalan Provinsi Sibuluan- Aek Korsik, Kamis (22/10/2026). (Foto: Jasman Julius Mendrofa/Nusantarterkini.co).
A A

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Proyek perbaikan jalan provinsi Sibuluan- Aek korsik dengan anggaran 23 milyar di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berjalan lamban. Anggaran yang berasal dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 ini dikerjakan dengan waktu pelaksanaan 180 hari kelender.

Banyaknya komentar masyarakat terhadap perbaikan jalan yang hingga saat ini belum bisa dilalui dengan lancar dan masih berantakan. Hal tersebut disoroti oleh salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Sibuluan, Ribu Simatupang. Ia merasa kecewa dengan pelaksanaan proyek tersebut.

"Kita tidak tahu kapan proyek ini dapat selesai, sedangkan waktu pengerjaannya sudah semakin dekat," kata Ribu Simatupang, Jumat (23/10/2026).

Menanggapi hal tersebut, akhirnya pimpinan pelaksana proyek dari PT. Machasa Valentino Perkasa memberikan penjelasan terkait komentar dan pernyataan tokoh masyarakat tersebut.

Parlaungan Lumbantoruan, sebagai pimpinan pelaksana proyek mengungkapkan bahwa perbaikan jalan tersebut terbagi dalam dua segmen yang total perbaikan sepanjang 4 kilometer. 

"Segmen satu, dari tugu ikan sampai perumahan matahari dan segmen dua, dari simpang empat jalan baru sampai Sito-tio. Hingga saat ini perbaikan telah mencapai tahap 50 persen, untuk segmen satu masih kita tunda dikerjakan dan fokus pada segmen dua, disebabkan tidak banyak kendala," katanya.

Dalam keterangan pada awak media, Parlaungan menjelaskan beberapa point kendala yang dialami dalam perbaikan ruas jalan tersebut, salah satunya faktor cuaca yang tidak menentu, seperti curah hujan yang cukup tinggi, hingga membuat jalan tergenang dan parit yang selalu terisi air dan menghambat pembangunan drainase.

"Kemudian adanya pasar tradisional dua kali dalam seminggu, Selasa dan Sabtu, sehingga pelaksanaan perbaikan sering terhenti," ujarnya.

Dia juga mengeluhkan bahan material batu yang susah didapatkan setelah pascabanjir akibat tertimbun material pasir yang ada di aliran sungai.

"Transportasi angkutan material yang susah, akibat dari adanya pembangunan yang menyeluruh setelah pascabanjir dan tanah longsor yang menimpa Tapteng dan untuk segmen satu, sering jalan yang sudah diperbaiki pada tahap dasar, kembali rusak, disebabkan mobil angkutan semen yang melintas bermuatan 30 ton keatas, hingga beberapa kali pihak perusahaan, kita surati untuk mengurangi tonase muatan namun tidak diindahkan," bebernya.

Meskipun demikian banyak kendala yang dialami, pelaksanaan proyek tetap berjalan sebagaimana mestinya dan akan selesai pada waktu yang telah ditentukan.

"Saat ini kita fokus di segmen dua, dalam dua hari kedepan kita akan melakukan pengaspalan dan setelah selesai, kita akan fokus di segmen satu," ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami situasi dalam pelaksanaan proyek ini serta dapat bersabar, melihat banyak situasi dan kendala yang harus kita hadapi di lapangan.

"Kita sudah bekerja semaksimal mungkin, agar ruas jalan Sibuluan- Aek korsik dapat selesai demi kenyamanan pengendara yang lalu-lalang," ujar Parlaungan Lumbantoruan.

(Jjm/ Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait