Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Hensa Berandai-andai MBG di Era Jokowi: Tak Akan Ada Keracunan

Hensa menilai pengawasan langsung Presiden penting bagi program MBG dan berandai-andai kasus keracunan bisa dicegah di era Jokowi.

Analis komunikasi politik Universitas Paramadina, Henri Satrio alias Hensa, menyoroti perbedaan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (28/10/2026). (foto: istimewa)
Analis komunikasi politik Universitas Paramadina, Henri Satrio alias Hensa, menyoroti perbedaan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (28/10/2026). (foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Analis komunikasi politik Universitas Paramadina, alias , membandingkan gaya kepemimpinan Presiden dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menjalankan program pemerintah. 

Ia menilai, pengawasan langsung oleh pemimpin menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan program (MBG) berjalan optimal.

Hensa berandai-andai akan berjalan lebih baik apabila diterapkan pada era pemerintahan Jokowi. Menurutnya, Jokowi memiliki kebiasaan turun langsung ke lapangan untuk memantau pelaksanaan program pemerintah, termasuk mengunjungi sekolah dan melihat kondisi masyarakat.

“Kalau di zaman Jokowi ada MBG, pasti benar. Kenapa? Karena si Pak Jokowi ini lincah. Dia pasti datangin dapur MBG satu-satu. Gimana hari ini enak masakannya? Sehingga SPPG-SPPG atau sekolah-sekolah takut, jangan-jangan besok-besok didatangin,” kata , Rabu (28/10/2026).

Sebaliknya, Hensa menilai Prabowo cenderung mengandalkan laporan dari jajaran di bawahnya dalam memantau pelaksanaan program pemerintah. Menurut dia, perbedaan pendekatan tersebut berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah dalam mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.

Ia juga menyoroti langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turun langsung ke lapangan. Menurut Hensa, pendekatan tersebut mengingatkannya pada kebiasaan Jokowi saat menjabat sebagai presiden, yakni berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Artinya, pada saat Gibran turun mengikuti apa yang biasa dilakukan ayahnya, di situlah momen rakyat bercerita kepada pemerintah,” ujarnya.

Hensa menegaskan, persoalan MBG tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan dan perencanaan program semata. Pengawasan terhadap proses penyediaan makanan, kualitas hidangan, serta pelaksanaan distribusi kepada penerima manfaat juga perlu menjadi perhatian pemerintah.

Karena itu, ia mendorong Prabowo untuk lebih sering hadir langsung di sekolah-sekolah dan lokasi pelaksanaan . Dengan begitu, presiden dapat melihat kondisi faktual, mengidentifikasi persoalan, sekaligus mendengar keluhan masyarakat secara langsung.

Menurut Hensa, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat dapat mempercepat penanganan masalah dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Pada dasarnya rakyat Indonesia itu senang Presiden yang tubuhnya ada di rakyat. Itu yang dilakukan Pak Jokowi sampai hari ini,” tuturnya.

Hensa bahkan meyakini, apabila MBG dijalankan dengan pola pengawasan langsung seperti yang kerap dilakukan Jokowi, persoalan dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk dugaan kasus keracunan makanan, berpotensi dapat dicegah atau diminimalkan.

“Artinya saya berandai-andai kalau MBG dilaksanakan pada program Jokowi, beres ini, nggak ada keracunan-keracunan. Kalau Pak Prabowo nonton ini, turun, muncul saja di sekolah-sekolah itu. Dengan dia hadir di rakyat, dia bisa tahu tuh apa yang terjadi, pasti kepercayaannya naik,” pungkas pendiri lembaga survei KedaiKopi tersebut.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait