Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Karhutla Sumsel Mereda, Titik Hotspot Turun Drastis Tersisa 107 Titik

BPBD Sumsel catat hotspot turun drastis jadi 107 titik berkat hujan dan Operasi Modifikasi Cuaca

Tim Satgas Karhutla saat melakukan pemadaman di wilayah, Cengal, Kabupaten OKI, Sumsel pada, Rabu (28/10/2026). (Foto: Manggala Agni)
Tim Satgas Karhutla saat melakukan pemadaman di wilayah, Cengal, Kabupaten OKI, Sumsel pada, Rabu (28/10/2026). (Foto: Manggala Agni)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan drastis dari sebelumnya sempat mencapai 2.500 titik menjadi tersisa 107 titik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyabana menyebut, penurunan signifikan tersebut sejalan dengan berkurangnya kejadian dan lahan, serta turunnya hujan di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, titik hotspot sudah sangat jauh berkurang dibandingkan tujuh hari terakhir. Sebelumnya pernah mencapai 2.500 titik dan hari ini ada 107 titik,” ujar Iqbal, Rabu (28/10/2026).

Capaian ini merupakan hasil kerja keras satgas gabungan yang melakukan pemadaman di darat dan udara, serta didukung Operasi menggunakan natrium klorida dan dry ice.

Hujan yang turun dalam dua hingga tiga hari terakhir efektif membantu pemadaman di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim.

Bahkan, berdasarkan laporan resmi yang diterima , kebakaran di kawasan Belumang, Muara Enim, telah padam sepenuhnya setelah diguyur hujan.

“Beberapa wilayah sudah mengalami hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat. Tadi pagi kami mendapat laporan bahwa kebakaran di Belumang sudah padam karena hujan,” terangnya.

Meski demikian, penanganan belum sepenuhnya tuntas karena sejumlah kecamatan di Kabupaten OKI masih terpantau mengalami kebakaran dan menghasilkan kepulan asap.

Pelaksanaan Operasi terus dimaksimalkan dengan memanfaatkan pertumbuhan awan potensial untuk memicu hujan di wilayah terdampak.

“Kami juga mengikuti informasi prakiraan cuaca dari BMKG mengenai potensi pertumbuhan awan hingga 2-3 November untuk mendukung upaya penanganan kebakaran,” katanya.

Di sisi lain, perbaikan juga terlihat jelas pada parameter kualitas udara yang sebelumnya sempat berada dalam kategori berbahaya.

Kini, tingkat polusi udara di Sumsel telah berangsur membaik turun ke kategori tidak sehat, meskipun belum sepenuhnya kembali normal.

Pihaknya berharap curah hujan dapat terus berlanjut di wilayah yang masih membara guna mempercepat proses pemadaman total di lapangan.

Masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi titik kebakaran susulan masih ditemukan di beberapa titik daerah.

“Penanganan karhutla pun terus dilakukan melalui koordinasi antarpemangku kepentingan, termasuk satgas darat, satgas udara, dan instansi yang mendukung operasi modifikasi cuaca,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait