Gerakan Pencegahan Malaria Diharapkan Konsisten
Hingga 25 April 2024, Kementerian Kesehatan RI mencatat kasus malaria di Indonesia mencapai 418.546
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan gerakan pencegahan penyakit malaria harus konsisten.
Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan pemahaman masyarakat terkait penanggulangan penyakit tersebut.
"Meski ada kecenderungan penurunan jumlah kasus malaria di Tanah Air, ternyata Indonesia masih menjadi salah satu penyumbang angka kematian akibat malaria di dunia. Sebuah gerakan untuk pencegahan malaria harus terus dilakukan secara masif," ujar Lestari, Senin (29/4/2024).
Hingga 25 April 2024, Kementerian Kesehatan RI mencatat kasus malaria di Indonesia mencapai 418.546. Sebaran kasus tersebut antara lain meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Selatan, Maluku, Gorontalo, Jawa Barat dan Daerah Khusus Jakarta.
Sementara itu, World Malaria Report 2023 melaporkan India dan Indonesia masih menyumbang sekitar 94 persen kematian akibat malaria di seluruh kawasan WHO Asia Tenggara.
Lestari atau yang akrab disapa Rerie pun menyampaikan sejumlah pendapatnya terkait penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Anopheles ini.
Menurutnya, langkah sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan malaria harus menjadi bagian dari sebuah gerakan.
Selain itu, Rerie menuturkan upaya untuk mewujudkan sebuah gerakan guna mewujudkan pola hidup sehat merupakan langkah yang tidak bisa ditunda lagi. Hal ini mengingat semakin meluasnya sebaran penyakit tersebut.
Lebih lanjut, dia menegaskan mewujudkan pola hidup dan lingkungan yang sehat merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul akibat merebaknya sejumlah penyakit. Dalam hal ini, termasuk juga penyakit yang dipicu perubahan iklim dan lingkungan yang terjadi saat ini.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini juga menyampaikan harapannya kepada para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah. Dirinya berharap para pemangku kepentingan tersebut mampu terus menjaga konsistensi dalam upaya meningkatkan pola hidup dan lingkungan yang sehat bagi masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Rerie menambahkan, melalui dukungan kemampuan dari para pemangku kepentingan, upaya untuk mengeliminasi sejumlah penyakit, seperti malaria, dapat berjalan secara konsisten.
Selain itu, upaya mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing di masa datang juga dapat segera direalisasikan.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
PENDIDIKANRatusan Miliar Dana PIP Mengendap, Kemendikdasmen Ungkap Masalah Sinkronisasi Data dan Aktivasi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALOperasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Kapolda Metro Jaya Wajibkan Petugas Rekam Tiap Penindakan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALRugikan Negara Rp863 Juta, Kadis LH Tebingtinggi Nonaktif Akui Palsukan Nota BBM Armada Sampah Demi Kejar Tenggat SPJ
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALGasak Sepeda Motor Mahasiswi, Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Medan Sunggal
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGerebek Sarang Narkoba di Palembang, 8 Pria Diringkus Polisi
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolda Sumut Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan BBM: 6 Tersangka Ditangkap, 72 Ribu Liter Lebih Disita
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
KESEHATANBangladesh Darurat DBD, Kasus Harian Tembus Rekor Tertinggi hingga 2.249 Jiwa
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBobol Gerai Domino's Pizza Kenten, Enam Sindikat Pencuri Motor Diringkus Jatanras Polda Sumsel
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan