Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kasus Influenza A Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya

Kasus Influenza A di Indonesia meningkat. Kenali gejala, cara penularan, langkah pencegahan, dan kapan harus memeriksakan diri ke dokter.

Ilustrasi orang sedang terserang gejala Flu. (Foto: AI)
Ilustrasi orang sedang terserang gejala Flu. (Foto: AI)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Aktivitas di Indonesia menunjukkan peningkatan berdasarkan data pemantauan Kementerian (Kemenkes) hingga 18 September 2026. Masyarakat perlu mengenali gejala influenza A serta menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan.

Berdasarkan data surveilans Kemenkes pada minggu ke-36, tingkat positif dari sampel yang diperiksa mencapai 51 persen.

Dari 193 spesimen yang diperiksa, sebanyak 86 sampel terdeteksi positif influenza. Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat tingkat positif sebesar 37 persen.

Dari kasus yang terdeteksi, sebagian besar merupakan influenza A. Rinciannya, sebanyak 76 kasus Influenza A (H1N1Pdm09), delapan kasus Influenza A (H3N2), serta dua kasus Influenza B/Victoria.

Lantas, apa itu influenza A, bagaimana gejalanya dan cara mencegah penularannya?

Apa Itu Influenza A?

Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza A. ini dapat menular dengan mudah, terutama ketika seseorang berada dekat dengan penderita yang sedang batuk, bersin atau berbicara.

Virus influenza A termasuk salah satu penyebab flu yang umum menyerang manusia. Pada sebagian besar kasus, penderita dapat pulih dengan perawatan yang sesuai. Namun, infeksi ini juga berpotensi menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi.

Anak-anak, lansia, ibu hamil dan orang dengan kronis perlu lebih waspada terhadap infeksi influenza karena risiko komplikasinya dapat lebih besar.

Penularan influenza A dapat terjadi melalui percikan saluran pernapasan yang keluar ketika penderita batuk, bersin atau berbicara. Virus juga dapat berpindah melalui tangan atau benda yang terkontaminasi, kemudian menyentuh hidung, mulut atau mata.

Gejala Influenza A yang Perlu Dikenali

Gejala influenza A umumnya muncul secara tiba-tiba. Keluhan yang dirasakan dapat menyerupai flu biasa, tetapi pada sebagian orang gejalanya bisa lebih berat.

Berikut sejumlah gejala influenza A yang perlu diketahui:

Demam atau merasa meriang.

Batuk.

Sakit tenggorokan.

Nyeri otot atau badan terasa pegal.

Sakit kepala.

Tubuh lemas dan mudah lelah.

Hidung tersumbat atau pilek.

Tidak semua penderita mengalami seluruh gejala tersebut. Sebagian orang juga dapat terinfeksi tanpa menunjukkan keluhan yang jelas.

Jika mengalami gejala flu, terutama setelah melakukan kontak dengan orang yang sedang sakit, sebaiknya perhatikan perkembangan kondisi tubuh dan batasi kontak dekat dengan orang lain.

Benarkah Ada Istilah Super Flu?

Istilah “super flu” belakangan digunakan dalam sejumlah pemberitaan untuk menggambarkan varian influenza yang menjadi perhatian karena penyebaran atau perubahan karakteristiknya.

Namun, istilah tersebut bukan diagnosis medis tersendiri. Klaim bahwa Influenza A H3N2 subclade K merupakan “super flu” dengan gejala lebih berat perlu didukung data epidemiologi dan penelitian medis yang memadai.

Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menganggap setiap infeksi H3N2 sebagai penyakit yang lebih berbahaya. Tingkat keparahan influenza dapat dipengaruhi oleh kondisi , usia, status imun dan faktor lainnya.

Cara Mencegah Penularan Influenza A

Pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko tertular influenza A. Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan sehari-hari antara lain:

1. Cuci Tangan Secara Rutin

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah bepergian serta setelah batuk atau bersin.

Jika sabun dan air tidak tersedia, pembersih tangan berbahan alkohol dapat digunakan.

2. Gunakan Masker Saat Diperlukan

Masker dapat membantu mengurangi penyebaran percikan pernapasan. Penggunaan masker terutama perlu dipertimbangkan ketika berada di tempat ramai, ruang tertutup atau saat sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

3. Hindari Kontak Dekat Saat Sakit

Orang yang sedang mengalami gejala influenza sebaiknya mengurangi kontak dekat dengan orang lain dan tetap berada di rumah apabila kondisi memungkinkan.

Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

4. Pertimbangkan Vaksinasi Influenza

Vaksin influenza merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya.

Vaksinasi terutama perlu dipertimbangkan oleh kelompok yang berisiko mengalami komplikasi. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai jenis dan jadwal vaksin yang sesuai.

5. Jaga Kondisi Tubuh

Pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mendukung kesehatan tubuh.

Influenza A

Penanganan influenza A bergantung pada kondisi penderita dan tingkat keparahan gejala.

Pada kasus ringan, penderita dapat beristirahat cukup, memenuhi kebutuhan cairan dan menggunakan obat pereda demam atau nyeri sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Obat antivirus influenza dapat dipertimbangkan oleh dokter, terutama bagi pasien dengan risiko komplikasi tinggi atau yang mengalami penyakit berat. Penggunaan obat antivirus sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan resep dokter.

Tidak semua penderita influenza memerlukan antibiotik karena antibiotik tidak bekerja untuk mengatasi infeksi virus.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis apabila gejala influenza memburuk atau muncul tanda bahaya, seperti:

Sesak napas atau kesulitan bernapas.

Nyeri atau tekanan pada dada.

Penurunan kesadaran atau kebingungan.

Dehidrasi berat.

Demam atau batuk yang sempat membaik kemudian kembali memburuk.

Kelompok rentan, seperti lansia, anak kecil, ibu hamil dan penderita penyakit kronis, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter lebih awal ketika mengalami gejala influenza.

Mengenali gejala dan menerapkan pencegahan secara konsisten dapat membantu mengurangi risiko penularan influenza A. Jika kondisi kesehatan memburuk, jangan menunda pemeriksaan medis.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait