Dugaan Kecurangan SPMB 2026: MPR Dorong Perbaikan Sistem dan Penguatan Integritas Pendidikan
MPR RI soroti 301 laporan kecurangan SPMB 2026, desak perbaikan sistem dan penanaman budaya integritas sejak dini
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RLestari Moerdijat menilai, dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menunjukkan masih lemahnya sistem penerimaan peserta didik dan rendahnya budaya integritas. Karena itu, ia mendorong pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh.
"Langkah pengawasan dan penerapan regulasi saja ternyata tidak cukup. Perbaikan sistem dan konsisten membangun budaya integritas sangat diperlukan untuk mengatasi berulangnya dugaan kasus kecurangan pada penerimaan murid baru," ujar Lestari, yang akrab disapa Rerie, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, terdapat 301 laporan pengaduan masyarakat selama pelaksanaan SPMB 2026. Jalur domisili menjadi yang paling banyak diadukan dengan 187 laporan, disusul jalur prestasi sebanyak 69 laporan, jalur afirmasi 33 laporan, dan jalur mutasi 12 laporan.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai integritas sejak dini harus menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi. Ia menilai diperlukan langkah konkret dan terpadu untuk mencegah praktik kecurangan dalam proses penerimaan murid baru.
Anggota Komisi X DPR RI itu mengusulkan penyederhanaan regulasi SPMB, penguatan proses verifikasi data, serta pembangunan sistem pengawasan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi, Ombudsman Republik Indonesia, dan pemerintah daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya paling mendasar untuk mencegah kecurangan adalah membangun budaya integritas sejak usia dini.
"Tanpa integritas, sistem pola asuh dan pendidikan hanya akan melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik namun rapuh secara moral," tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Rerie juga mengingatkan agar pendidikan antikorupsi tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan diterapkan secara substantif sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter kuat, dan menolak segala bentuk kecurangan.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOAbdul Kholik Desak Penguatan Peran DPD dalam Pembahasan Anggaran Transfer ke Daerah
Fadli Tara·31 menit yang lalu -
SUMUTTak Kunjung Diaspal, Aliansi Masyarakat Kuala Air Hitam Ancam Blokir Jalan
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
INTERNASIONALDidakwa Korupsi Dana Pensiun, Presiden Paraguay Santiago Pena Lengser Lewat Pemakzulan
Rozie Winata·58 menit yang lalu -
PENDIDIKANKetua DPD RI Apresiasi Rencana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di 2027
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELNiat Beli Mobil di Marketplace, Dokter di Palembang Kena Tipu Puluhan Juta
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KESEHATANRS Adam Malik Semarakkan HKN ke-62 dengan Gerakan Sehat untuk Semua
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALSolidaritas Ojol Desak Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan