DPR Desak PPATK Perketat Perang Digital Lawan Judi Online
DPR desak PPATK perkuat teknologi blockchain untuk cegah judi online, aliran dana kripto, dan modus baru QRIS
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, menegaskan, judi online masih menjadi ancaman serius bagi ketahanan ekonomi dan stabilitas sosial masyarakat Indonesia.
Ia menilai penurunan perputaran dana sebesar 20 persen menjadi Rp286,84 triliun tidak boleh dijadikan alasan untuk melonggarkan kewaspadaan, mengingat hampir separuh laporan transaksi mencurigakan masih didominasi aktivitas judi online.
Habib Aboe menyebut lembaga intelijen keuangan tersebut sebagai salah satu “instrumen terkuat negara” dalam melindungi sistem keuangan dari kejahatan, mulai dari korupsi, pendanaan terorisme, hingga perjudian digital.
Namun ia menegaskan, kekuatan itu harus diiringi dengan kewenangan dan teknologi yang lebih agresif dan preventif.
“Negara tidak boleh hanya menjadi pemadam kebakaran. PPATK harus punya kemampuan untuk mencegah, bukan sekadar melaporkan setelah kerugian terjadi,” tegasnya dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama PPATK di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/2/2026).
Habib Aboe menyoroti data PPATK yang menunjukkan 47,49 persen transaksi mencurigakan masih terkait judi online, angka yang mencerminkan betapa masifnya penetrasi jaringan judi ke dalam sistem pembayaran nasional.
Menurutnya, dampak sosialnya nyata: meningkatnya kriminalitas, konflik keluarga, hingga perceraian yang menghantam lapisan masyarakat paling rentan.
Politikus PKS itu juga mengkritik munculnya modus baru transaksi judi melalui QRIS dan e-wallet, dengan sekitar 12,3 juta orang tercatat melakukan deposit judi online lewat instrumen tersebut.
Ia mempertanyakan apakah koordinasi PPATK dengan Bank Indonesia dan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) sudah cukup kuat untuk menerapkan pemblokiran otomatis berbasis profil risiko, atau justru tertinggal dari kecepatan bandar judi.
“Bandar judi bergerak lebih cepat dari regulasi. Kalau sistem kita masih reaktif, berarti negara selalu satu langkah di belakang kejahatan,” ujarnya.
Lebih jauh, Habib Aboe mengungkap kekhawatirannya terhadap temuan PPATK mengenai konversi dana judi online ke aset kripto senilai Rp1,08 triliun.
Menurutnya, praktik ini membuka ruang pencucian uang lintas negara yang lebih sulit dilacak dan berpotensi melemahkan efektivitas pembekuan rekening domestik.
“Jangan sampai rekening dibekukan, tapi dananya sudah kabur ke kripto. PPATK harus dibekali teknologi blockchain analytics yang setara dengan kecanggihan sindikat,” kata sosok yang sering dijuluki Maskot Komisi III DPR ini.
Ia juga menyinggung kinerja PPATK sepanjang 2025 yang menghasilkan 1.540 produk intelijen keuangan dengan tingkat umpan balik aparat penegak hukum 62,5 persen.
Namun, Habib Aboe mempertanyakan apakah angka tersebut benar-benar berujung pada penyidikan dan penindakan, atau sekadar respons administratif tanpa dampak hukum yang signifikan.
“PPATK adalah intelijen keuangan negara. Yang kita tuntut bukan tumpukan laporan, melainkan hasil nyata dalam memukul kejahatan finansial,” pungkas legislator PKS dari Dapil Kalimantan Selatan I itu.
(LS/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALKapolri Gandeng Kemendes PDT, Targetkan Desa Bersinar dan Buka Peluang Kerja bagi Mantan Pecandu Narkoba
hendra·Beberapa detik yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALRazia Gabungan Polisi-BNN di Lapas Kerobokan Bali, 24 Tahanan Positif Narkoba
hendra·15 menit yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan 35 Kg Sabu dan Ungkap 182 Lokasi Sarang Narkoba
Fadli Tara·28 menit yang lalu -
INTERNASIONALDari Tapanuli ke Istanbul, Penari Binaan Tambang Emas Martabe Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Dunia
Rozie Winata·32 menit yang lalu -
-
NEWS VIDEOJumat Keliling di Lawang Kidul, Kapolda Sumsel Serap Aspirasi Warga
Fadli Tara·44 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Bongkar Dugaan Beras Fortifikasi Oplosan di Deliserdang, 525 Ton Diproduksi dalam 6 Bulan
hendra·55 menit yang lalu -
NEWSKapolri Mutasi 5 Perwira Polri, Brigjen Nariyana dan Kombes Ikhlas Putro Jabat Kapusdokkes-Kapuskeu
hendra·1 jam yang lalu -
SUMUTImigrasi Sumut Borong Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026: Dari Kanwil hingga Pimpasa Terbaik Nasional
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTAnggaran BPBD Madina Terjawab, Dana Bantuan Bencana Rp3,7 Miliar Parkir di BPKAD
Rozie Winata·1 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan