Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kawal Program MBG, Kepala BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Balige

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Fatmawati melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Senin (2/2/2026). (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, TOBA - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Fatmawati melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Senin (2/2/2026).

Kunjungan dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non PAUD di wilayah Kecamatan Balige.

Baca Juga : Suara Hati Penerima Manfaat Program MBG 3B di Sumut: Kami Merasa Tidak Sendiri Lagi Merawat Anak

Dalam kegiatan tersebut, Fatmawati meninjau proses distribusi MBG di SPPG sekaligus memastikan mekanisme penyaluran berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga : BKKBN Sumut Targetkan Predikat WBK, Teken Komitmen Bersama Zona Integritas

Fatmawati menyampaikan, pelaksanaan Program MBG 3B merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, yang menekankan pentingnya pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Tim Pendamping Keluarga (TPK) ditugaskan untuk mendampingi proses distribusi MBG kepada sasaran 3B. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penyuluhan kepada keluarga.

Baca Juga : DPR Soroti Kelalaian SPPG, Makanan Busuk dan Keracunan Anak Jadi Bukti Gagalnya Pengawasan

“Program MBG 3B tidak hanya memastikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi momentum bagi TPK untuk memberikan pendampingan, edukasi pola makan bergizi, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga : Anggota DPR Optimis Perekonomian RI Kuartal IV Bisa Tumbuh 5,6%

Menurutnya, pendekatan distribusi yang disertai pendampingan akan memberikan manfaat yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga : Diduga Keracunan Roti Program MBG, Dua Siswa SMPN 31 Palembang Dilarikan ke Puskesmas ​

(zie/nusantaraterkini.co)