BNPB: Satu Meninggal dan Ribuan Terdampak Banjir dan Longsor Kota Padangsidimpuan
satu jiwa meninggal dunia akibat bencana ini, sementara lebih dari seribu warga terdampak dan puluhan rumah mengalami kerusakan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Akibat hujan deras yang mengguyur, Kota Padangsidimpuan dilanda banjir dan tanah longsor, Kamis (13/3/2025) pukul 23.00 WIB.
Meluapnya Sungai Batang Ayumi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, sementara longsor terjadi di beberapa titik dengan kemiringan tanah tinggi dam berdampak pada permukiman warga serta fasilitas umum.
Laporan yang diterima BNPB mencatat satu jiwa meninggal dunia akibat bencana ini, sementara lebih dari seribu warga terdampak dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Lima kecamatan terdampak dalam peristiwa ini, yaitu Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Selatan, Padangsidimpuan Batunadua, Padangsidimpuan Angkola Julu, dan Padangsidimpuan Tenggara, dengan total 23 kelurahan dan lima desa terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, data sementara mencatat 1.054 warga terdampak, dengan 146 rumah mengalami rusak ringan dan 20 rumah rusak berat. Selain itu, dua sekolah dan dua tempat ibadah turut terdampak.
"BPBD Kota Padangsidimpuan telah melakukan evakuasi warga serta pendataan dampak bencana. Proses asesmen masih terus dilakukan guna memastikan langkah pemulihan dapat berjalan optimal," katanya.
Baca Juga: Dua Warga Dilaporkan Hilang usai Banjir Padangsidimpuan
Kondisi terkini pada Jumat (14/3/2025), jelas Muhari, banjir telah surut, tetapi material longsor masih dalam tahap pembersihan oleh pemerintah setempat, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat.
"Upaya pemulihan terus dilakukan agar aktivitas warga dapat kembali normal dalam waktu dekat," jelasnya.
Baca Juga: Padangsidimpuan Status Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor
Karena itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan banjir dan longsor. Mengingat curah hujan yang masih berpotensi tinggi, masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi dari instansi terkait serta arahan dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan.
"Jika terjadi keadaan darurat, segera menghubungi layanan darurat atau BPBD setempat," pungkasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALTiga Terduga Pengedar Narkoba Diciduk Polres Binjai, Sabu, Ekstasi dan Ganja Disita
hendra·30 menit yang lalu -
SEPAKBOLAKevin Diks Emban Ban Kapten Timnas Indonesia Gantikan Jay Idzes di FIFA ASEAN Cup 2026
Rozie Winata·34 menit yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Matangkan Kesiapan Operasi Sikat I Musi 2026, Sasar Curat, Curas, Curanmor hingga Premanisme
hendra·53 menit yang lalu -
TECHNOTrump Tolak Desakan Pembentukan Regulasi Internasional untuk AI
Rozie Winata·57 menit yang lalu -
-
KRIMINALBaru Dua Bulan Edarkan Pod Getar, Pasangan Kekasih di Medan Simpan 290 Barang Bukti
hendra·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Naik Tipis ke Rp2.630.000, Perak Menguat ke Rp44.750
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
NEWSALAMP AKSI Desak Kejari Medan Usut Dugaan Korupsi Proyek Alat Berat Rp11,4 Miliar di DLH
hendra·2 jam yang lalu -
POLITIKHensa Usul Suara Parpol di Bawah Parliamentary Threshold Digabung agar Tak Terbuang
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan