Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BNPB: Satu Meninggal dan Ribuan Terdampak Banjir dan Longsor Kota Padangsidimpuan

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi pasca banjir dan longsor di Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, Jumat, (14/3/2025). (Foto: BPBD Kota Padangsidimpuan)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Akibat hujan deras yang mengguyur, Kota Padangsidimpuan dilanda banjir dan tanah longsor, Kamis (13/3/2025) pukul 23.00 WIB.

Meluapnya Sungai Batang Ayumi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, sementara longsor terjadi di beberapa titik dengan kemiringan tanah tinggi dam berdampak pada permukiman warga serta fasilitas umum.

Laporan yang diterima BNPB mencatat satu jiwa meninggal dunia akibat bencana ini, sementara lebih dari seribu warga terdampak dan puluhan rumah mengalami kerusakan.

Lima kecamatan terdampak dalam peristiwa ini, yaitu Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Selatan, Padangsidimpuan Batunadua, Padangsidimpuan Angkola Julu, dan Padangsidimpuan Tenggara, dengan total 23 kelurahan dan lima desa terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, data sementara mencatat 1.054 warga terdampak, dengan 146 rumah mengalami rusak ringan dan 20 rumah rusak berat. Selain itu, dua sekolah dan dua tempat ibadah turut terdampak.

"BPBD Kota Padangsidimpuan telah melakukan evakuasi warga serta pendataan dampak bencana. Proses asesmen masih terus dilakukan guna memastikan langkah pemulihan dapat berjalan optimal," katanya.

Baca Juga: Dua Warga Dilaporkan Hilang usai Banjir Padangsidimpuan

Kondisi terkini pada Jumat (14/3/2025), jelas Muhari, banjir telah surut, tetapi material longsor masih dalam tahap pembersihan oleh pemerintah setempat, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat.

"Upaya pemulihan terus dilakukan agar aktivitas warga dapat kembali normal dalam waktu dekat," jelasnya.

Baca Juga: Padangsidimpuan Status Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Karena itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan banjir dan longsor. Mengingat curah hujan yang masih berpotensi tinggi, masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi dari instansi terkait serta arahan dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan.

"Jika terjadi keadaan darurat, segera menghubungi layanan darurat atau BPBD setempat," pungkasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)