Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dikeluhkan oleh sejumlah kalangan masyarakat.
Di antaranya adalah para sopir angkot yang mengaku kesulitan mencari nafkah, lantaran sulit mendapatkan BBM.
Baca Juga : Harga Pertalite di Padangsidimpuan Tembus Rp25 Ribu, Warga Antre 3 KM demi BBM
Sebab, mereka harus antre enam jam hingga satu malam penuh untuk mengisi tangki kendaraan yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. Kelangkaan BBM ini telah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Baca Juga : BBM di Padangsidimpuan Kembali Langka, Warga Berharap Agar Cepat Normal Lagi
Seperti seorang sopir angkot di Kota Padangsidimpuan, Agus mengaku dirinya harus mengantre hingga satu malam penuh di SPBU untuk mengisi tangki angkot yang menjadi sumber mata pencaharian keluarganya. Akibatnya waktunya untuk mencari nafkah banyak tersita.
"Bagaimana lah kami yang narik ini, otomatis kalah lah semua karena waktu. Untuk tarif inisiatif masing-masing kadang penumpang tau jadi dilebihkan, kami kalau antre BBM mau kadang satu malam," ungkapnya.
Baca Juga : Terancam Sita Harta Benda, Eks Kades Hariara Pohan Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Korupsi Dana Desa
Untuk itu, dia berharap agar situasi ini bisa kembali seperti semula dan pemerintah dapat mencarikan solusi.
Baca Juga : Krisis BBM di Padangsidimpuan, Pedagang Kecil Mengeluh
Sementara seorang penarik becak bermotor bernama Sofyan memgaku dirinya harus mengantre lima jam lamanya untuk mengisi penuh tangki. Dia pun menyatakan, terpaksa harus menaikkan tarif untuk penumpang.
"Keluhan kami ongkos naik yang biasa kadang Rp7 ribu jadi Rp10 ribu karena nyari BBM sulit. Kalau mau isi antre kadang lima jam kadang satu malam untuk ngisi penuh tangki," katanya.
Dia pun berharap, pemerintah dapat memberikan solusi.
"Kami tidak bisa lama-lama seperti ini. Karena berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat," pungkasnya.
(*/nusantaraterkini.co)
