Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti tragedi meninggalnya seorang anak sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri karena keluarga tidak mampu membeli buku dan alat tulis.
Rocky Gerung menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi kemiskinan, tetapi juga cerminan persoalan mendasar dalam etos bernegara di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Rocky Gerung mengaitkan tragedi tersebut dengan kondisi nilai republikanisme yang menurutnya mulai memudar dalam praktik bernegara.
Baca Juga : Rocky Gerung dan Menteri Koperasi Pantik Pentingnya Gerakan Buruh dan Gerakan Koperasi
Tragedi Anak SD di NTT jadi Sorotan Nasional
Kasus ini mencuat setelah seorang siswa SD berinisial YBS (10) diduga mengakhiri hidup karena tekanan ekonomi keluarga.
Dalam surat yang ditinggalkan, korban meminta ibunya tidak bersedih atas kepergiannya.
Peristiwa ini memicu perhatian publik karena menunjukkan masih adanya persoalan kemiskinan ekstrem dan akses pendidikan di wilayah terpencil Indonesia.
Baca Juga : Kritik Rocky Gerung: Jokowi Dinilai Paling Buruk Jaga Demokrasi, SBY Dinilai Terbaik
Kementerian Sosial bahkan menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut dan menilai kasus ini harus menjadi perhatian bersama.
Rocky Gerung: Ada yang Tak Beres dengan Republik
Menanggapi kasus tersebut, Rocky Gerung menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi negara saat ini.
Ia menyatakan tragedi tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola negara dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.
“Saya baca berita di NTT, anak umur 10 tahun memilih bunuh diri untuk menyelamatkan hidup ibunya. Dia minta dibelikan buku, ibunya bilang tidak punya uang, lalu dia memilih bunuh diri. Ada yang tidak beres dengan urusan republik.” Kata Rocky Gerung dikutip dari laman YouTube Tribunmedantv, Rabu (4/2/2026).
Ia bahkan mengaitkan harga buku yang relatif murah dengan besarnya anggaran negara dan prioritas kebijakan publik.
Kritik terhadap Konsep Ekonomi dan Kebijakan Negara
Selain itu, Rocky Gerung juga mempertanyakan arah konsep ekonomi nasional, termasuk istilah “Prabowonomics”.
Menurutnya, konsep ekonomi negara seharusnya tidak hanya berbicara soal pertumbuhan, tetapi juga moralitas, solidaritas sosial, dan keadilan.
Rocky Gerung menilai ekonomi berbasis Pancasila seharusnya menjadi alat uji moral kebijakan negara, bukan sekadar indikator makro ekonomi.
Isu Republikanisme dan Etos Bernegara
Dalam berbagai kesempatan, Rocky Gerung kerap menekankan pentingnya etos republikanisme dalam kehidupan bernegara.
Ia menilai tokoh-tokoh nasional masa lalu menunjukkan keberpihakan kuat kepada publik dan nilai moral negara.
Sementara saat ini, menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga nilai-nilai tersebut di tengah dinamika politik dan ekonomi.
Alarm Sosial untuk Negara
Kasus anak SD di NTT dinilai banyak pihak sebagai alarm keras bagi negara, terutama terkait perlindungan anak, akses pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
Peristiwa ini juga memperkuat desakan agar negara lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan.
Tragedi kemanusiaan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pemangku kebijakan.
Selain penanganan kasus secara hukum dan sosial, peristiwa ini juga membuka diskusi lebih luas tentang arah kebijakan negara, prioritas pembangunan, dan nilai kemanusiaan dalam tata kelola pemerintahan.
(Akb/nusantaraterkini.co)
