Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

AMPB Datang Bawa Aspirasi, Tak Bertemu Puan Maharani, Fernando Emas: Ini Mengecewakan

AMPB kecewa tak bertemu Puan Maharani saat menyampaikan aspirasi di DPR. Fernando Emas menilai pimpinan DPR semestinya memberi ruang bagi rakyat.

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengkritik sikap Ketua DPR Puan Maharani terkait gagalnya audiensi dengan AMPB Pati. Sabtu (29/8/2026) (Foto: Istimewa)
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengkritik sikap Ketua DPR Puan Maharani terkait gagalnya audiensi dengan AMPB Pati. Sabtu (29/8/2026) (Foto: Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, — Kekecewaan () yang tidak dapat beraudiensi langsung dengan Ketua mendapat sorotan dari Direktur Rumah Indonesia, .

Fernando menilai, sebagai pimpinan lembaga yang membawa mandat rakyat, semestinya dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Menurut Fernando, ketidakhadiran Puan dalam audiensi tersebut wajar apabila kemudian menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Terlebih, informasi mengenai rencana aksi disebut telah diketahui beberapa hari sebelumnya.

“Saya kira wajar kalau Ketua DPR RI Puan Maharani dianggap tidak menghormati dan menghargai rakyat yang pada saat itu ingin menyampaikan aspirasinya seperti AMPB dari ,” ujar Fernando kepada Nusantaraterkini.co, Sabtu (29/8/2026).

Fernando mengatakan, masyarakat yang datang ke DPR pada dasarnya sedang menggunakan haknya untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Karena itu, menurut dia, pimpinan DPR seharusnya tidak mengabaikan momentum tersebut.

Bahkan, Fernando menyebut ketidakhadiran Puan berpotensi melahirkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Bahkan bisa dianggap sebagai pengecut karena dianggap takut berhadapan dengan rakyat yang seharusnya lebih didengar dibanding partai dan juga penguasa,” katanya.

Meski demikian, penilaian tersebut merupakan pandangan Fernando terhadap situasi yang terjadi.

Fernando juga mempertanyakan mengapa kesempatan bertemu dengan AMPB tidak dapat diwujudkan, sementara rencana aksi masyarakat tersebut, menurut dia, telah diketahui beberapa hari sebelumnya.

“Puan sangat tidak menghargai rakyat karena terkait dengan rencana aksi sudah diketahui sejak beberapa hari sebelumnya,” ujar Fernando.

Ia menilai DPR perlu memastikan mekanisme penerimaan berjalan secara terbuka dan tidak menimbulkan kesan bahwa rakyat hanya didengar ketika momentum politik tertentu.

Menurut Fernando, DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat seharusnya menjadi tempat masyarakat menyampaikan kritik, tuntutan, maupun keluhan secara langsung.

“Rakyat seharusnya lebih didengar dibanding kepentingan partai politik maupun penguasa,” tegasnya. 

(LS/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait