Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Trump Umumkan Rencana Eksplorasi Besar-Besaran Minyak dan Mineral di Greenland

Trump umumkan rencana eksplorasi besar minyak dan mineral di Greenland pasca perluasan militer AS

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 3 September 2020 ini menunjukkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sebuah kampanye di Latrobe, Pennsylvania, AS. (Foto: Xinhua/Liu Jie)
Foto dokumentasi yang diabadikan pada 3 September 2020 ini menunjukkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sebuah kampanye di Latrobe, Pennsylvania, AS. (Foto: Xinhua/Liu Jie)
A A

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON -ย Presiden Amerika Serikat (AS) Donald pada Rabu (14/10/2026) mengatakan, eksplorasi , gas dan mineral besar-besaran di sedang dipersiapkan untuk dimulai.

Seperti tertulis dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, menyebutkan, para pakar meyakini pulau Arktika tersebut memiliki cadangan yang mudah diperoleh dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada hampir semua wilayah daratan mana pun di dunia.

Dia tidak memberikan perkiraan spesifik apa pun atau menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana eksplorasi itu.

"Setiap serangan terhadap AS di masa depan harus melewati , tempat pertahanan kami akan secara rutin menembak jatuh drone, rudal, atau bentuk senjata lain apa pun yang bahkan belum pernah terpikirkan," tulisnya.ย 

Pernyataan Trump itu dilontarkan menyusul penandatanganan sebuah kesepakatan luas pada akhir September lalu antara AS, Denmark, dan Greenland untuk memperluas kehadiran militer AS di pulau Arktika tersebut.

Kesepakatan itu tercapai setelah Trump melakukan tekanan selama berbulan-bulan. Dia berulang kali menyerukan akuisisi wilayah otonom Denmark itu dan tidak menutup kemungkinan penggunaan cara militer atau ekonomi.

Usulan akuisisi tersebut menuai penentangan keras dari sekutu-sekutu NATO dan penduduk Greenland.

Sebelumnya, pasar global menghadapi tekanan yang berkelanjutan sejak konflik di Timur Tengah pecah pada tahun ini. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyebutkan, konflik tersebut telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar bahan bakar global.

(*/nusantaraterkini.co)ย 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait