Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya integrasi konektivitas pada seluruh proyek strategis di Sumatera Selatan (Sumsel) guna mencegah pemborosan anggaran akibat infrastruktur yang tidak berfungsi optimal.
AHY menyampaikan jika pembangunan yang tidak komprehensif berkaca pada pengalaman masa lalu, di mana banyak bangunan megah yang dampaknya kurang maksimal karena tidak terhubung dengan akses pendukung.
Baca Juga : Target Zero ODOL 2027: AHY Tegaskan Sanksi Tegas Bagi Pengusaha dan Karoseri Nakal
Ia menegaskan akan mengorkestrasi lima kementerian teknis untuk memastikan proyek-proyek di Sumsel, termasuk pelabuhan dan jalan tol berjalan secara paralel dengan mempertimbangkan urgensi dan ketersediaan anggaran.
Baca Juga : Tinjau Rusun Mahasiswa UNSRI, Menko AHY Dorong Standardisasi Hunian Kampus Layak dan Terjangkau
"Kita ada pengalaman di masa lalu, infrastruktur terbangun megah tapi karena kurang terintegrasi maka dampaknya kurang maksimal, bahkan terkesan buang-buang anggaran. Kita ingin integrasi ini jadi prioritas," ujarnya saat kunjungan kerja di Palembang, Selasa (10/2/2026).
Ia mengatakan dalam merealisasikan berbagai permohonan tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan APBN atau APBD, melainkan juga mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta investasi swasta.
Baca Juga : Kementerian PU Terima Rp2,03 Triliun untuk Percepatan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Sumsel
Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, untuk menindaklanjuti persoalan pelabuhan dan akses jalan di Sumsel.
"Sumber pendanaan tidak harus selalu dari APBN. Kita bisa mengembangkan KPBU dan menghadirkan investasi agar proyek strategis ini tetap berjalan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut sejumlah kendala infrastruktur di wilayahnya, terutama proyek Pelabuhan Tanjung Carat yang terhambat kerusakan jalan akses sepanjang 60 kilometer.
Selain itu, Deru mendesak percepatan operasional penuh Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapal Betung) untuk mengatasi kemacetan parah di pusat kota.
"Jalan Tol Kapal Betung adalah jawaban atas kemacetan (bottleneck). Arus kendaraan dari Jawa tidak terbendung dan menumpuk di Palembang, sehingga pengoperasian penuh ruas ini sangat mendesak," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
