Kunker ke Sumsel, AHY: Jangan Sampai Bangun Infrastruktur Megah Tapi Tidak Terintegrasi dan Sia-sia
AHY tekankan integrasi proyek Sumsel guna cegah pemborosan anggaran dan maksimalkan dampak ekonomi bagi warga
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya integrasi konektivitas pada seluruh proyek strategis di Sumatera Selatan (Sumsel) guna mencegah pemborosan anggaran akibat infrastruktur yang tidak berfungsi optimal.
AHY menyampaikan jika pembangunan yang tidak komprehensif berkaca pada pengalaman masa lalu, di mana banyak bangunan megah yang dampaknya kurang maksimal karena tidak terhubung dengan akses pendukung.
Ia menegaskan akan mengorkestrasi lima kementerian teknis untuk memastikan proyek-proyek di Sumsel, termasuk pelabuhan dan jalan tol berjalan secara paralel dengan mempertimbangkan urgensi dan ketersediaan anggaran.
"Kita ada pengalaman di masa lalu, infrastruktur terbangun megah tapi karena kurang terintegrasi maka dampaknya kurang maksimal, bahkan terkesan buang-buang anggaran. Kita ingin integrasi ini jadi prioritas," ujarnya saat kunjungan kerja di Palembang, Selasa (10/2/2026).
Ia mengatakan dalam merealisasikan berbagai permohonan tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan APBN atau APBD, melainkan juga mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta investasi swasta.
Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, untuk menindaklanjuti persoalan pelabuhan dan akses jalan di Sumsel.
"Sumber pendanaan tidak harus selalu dari APBN. Kita bisa mengembangkan KPBU dan menghadirkan investasi agar proyek strategis ini tetap berjalan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut sejumlah kendala infrastruktur di wilayahnya, terutama proyek Pelabuhan Tanjung Carat yang terhambat kerusakan jalan akses sepanjang 60 kilometer.
Selain itu, Deru mendesak percepatan operasional penuh Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapal Betung) untuk mengatasi kemacetan parah di pusat kota.
"Jalan Tol Kapal Betung adalah jawaban atas kemacetan (bottleneck). Arus kendaraan dari Jawa tidak terbendung dan menumpuk di Palembang, sehingga pengoperasian penuh ruas ini sangat mendesak," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·5 menit yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·8 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·9 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan