Nusantaraterkini.co, PALEMBANG – Anggota DPRD Kota Palembang, Andre Adam mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukannya dugaan manipulasi label kedaluwarsa pada roti yang memicu keracunan dua siswa SMP Negeri 31 Palembang.
Legislator ini menengarai adanya unsur kesengajaan dalam penutupan tanggal kedaluwarsa lama (1 Januari 2026) dengan label baru (1 Februari 2026) pada kemasan roti tersebut.
Baca Juga : Awasi Transaksi MBG, PPATK Luncurkan Sistem Intelijen Keuangan Detak MBG
Temuan ini menambah daftar panjang keluhan kualitas pangan, termasuk laporan adanya jamur, ulat pada lauk, serta sayuran yang tidak segar dalam menu yang dibagikan kepada siswa.
Baca Juga : Anggaran Pendidikan untuk Makan Bergizi Gratis Digugat, DPD: Ini Investasi Human Capital
"Kalau ini menurut saya bukan lalai. Ini faktor sengaja. Tidak mungkin tidak sengaja, karena untuk mencetak dan menutup tanggal kedaluwarsa itu jelas ada proses yang disengaja," ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Adam memperingatkan jika terbukti ada pelanggaran, pengelola dapat dijerat Pasal 360 KUHP dengan ancaman pidana hingga tujuh tahun penjara.
Baca Juga : DPRD Palembang Janji Sahkan Perda Pemajuan Kesenian Tahun Ini
Ia menegaskan perlunya langkah tegas berupa penghentian operasional bagi penyelenggara yang terbukti lalai karena menyangkut keselamatan nyawa anak sekolah.
"Ini bukan kejadian pertama. Pihak sekolah juga sudah menemukan hal-hal serupa sebelumnya," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, Nurya Hartika mengatakan jika pihak UMKM penyedia diduga melakukan kesalahan pelabelan.
Ia mengklaim bukti kuitansi menunjukkan bahan makanan baru diambil pada 29 Januari malam, namun pihaknya tetap akan mendalami temuan di lapangan.
"Dari SPPG, pengambilan bahan dari UMKM dilakukan pada tanggal 29 Januari malam. Tapi ini tetap akan kami dalami dan pelajari lebih lanjut," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.
Pihak KPPG memastikan siswa yang sempat terdampak kini telah pulih dan tidak memerlukan perawatan medis lanjutan.
"Alhamdulillah, siswa-siswa yang terdampak saat ini sudah dalam kondisi sehat dan tidak memerlukan perawatan lanjutan," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
