Wall Street Memerah, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi dan Gejolak Pasar Saham AS
Indeks Wall Street anjlok akibat konflik Timur Tengah. Cek dampak harga minyak dan kinerja saham Target di sini
Nusantaraterkini.co, NEW YORK CITY - Seiring kekhawatiran investor menghadapi operasi militer di Timur Tengah, saham-saham Amerika Serikat (AS) mencatat kerugian signifikan meski indeks-indeks utama pulih dari aksi jual tajam di awal perdagangan, pada Selasa (3/3/2026).
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,83 persen ke angka 48.501,27. Indeks S&P 500 melemah 0,94 persen menjadi 6.816,63, sementara Nasdaq Composite Index merosot 1,02 persen ke 22.516,69.
Seluruh 11 sektor utama dalam S&P 500 berakhir di zona merah. Sektor bahan baku dan industri memimpin penurunan tersebut, dengan masing-masing sektor turun 2,69 persen dan 1,96 persen. Sektor keuangan mencatat penurunan paling tipis, yakni 0,18 persen.
Kecemasan pasar semakin meningkat seiring kekhawatiran investor bahwa konflik yang semakin meluas dapat memicu keterlibatan militer lebih lanjut. Cboe Volatility Index, indikator kekhawatiran utama Wall Street, melonjak 9,93 persen dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan.
Di pasar energi, minyak mentah benchmark global Brent dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS keduanya ditutup naik lebih dari 4,5 persen pada akhir sesi, menandai penurunan signifikan dari level tertinggi intraday mereka.
Lonjakan awal harga energi sempat mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS naik, karena kekhawatiran bahwa guncangan energi yang berkepanjangan dapat memicu kembali inflasi, yang mempersulit rencana pemotongan suku bunga Federal Reserve. Namun, imbal hasil tersebut kemudian memangkas kenaikan seiring meredanya harga minyak.
Meskipun terjadi volatilitas, beberapa analis menilai reaksi pasar mencerminkan penyesuaian kembali ketimbang kepanikan total. CIO Catalyst Funds, David Miller, mencatat bahwa pergerakan pasar saat ini tidak menunjukkan keyakinan akan dampak jangka panjang yang signifikan.
"Itu bukan pergerakan yang menunjukkan bahwa investor percaya hal ini akan memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap pasar saham," ujarnya.
"Jika demikian, kemungkinan Anda akan melihat jenis penurunan sebesar 5 persen. Tampaknya lebih seperti investor sedang menyesuaikan ekspektasi dari konflik yang sangat singkat, sesuatu yang akan berakhir dengan cepat, menjadi sesuatu yang dapat berlangsung beberapa pekan," tambahnya.
Perusahaan energi AS, termasuk Exxon Mobil, Chevron, Marathon Petroleum, Occidental Petroleum, dan Phillips 66, berbalik melemah dan ditutup lebih rendah setelah mencatat kenaikan pada sesi sebelumnya.
Demikian pula, kontraktor pertahanan seperti Lockheed Martin, RTX, dan Northrop Grumman mengalami penurunan tipis setelah melonjak tajam pada Senin (2/3/2026).
Dalam berita kinerja keuangan perusahaan, saham Target naik 6,74 persen setelah raksasa retail tersebut merilis proyeksi laba dan pendapatan setahun penuh yang melampaui ekspektasi pasar.
Dalam pergerakan pascalaporan keuangan lainnya, saham Plug Power melonjak 23,2 persen, sementara saham MongoDB anjlok 22,24 persen akibat perombakan manajemen dan proyeksi jangka pendek yang berhati-hati memicu aksi jual besar yang tidak sejalan dengan kinerja fundamental perusahaan.
(Xinhua/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAHarry Kane Ungkap Rahasia Sepak Bola Modern, Fleksibilitas Posisi Jadi Kunci
hendra·39 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Cuma Dilatih Sebulan Langsung Dikirim ke Medan Perang
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerseret Kasus Dugaan Pelecehan, Anggota DPRD Kota Serang Minta Tak Ditahan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolri Bongkar TPPO Berkedok Rekrutmen Tentara Rusia, 13 Orang Jadi Tersangka
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALImigrasi Denpasar Amankan 3 WNA Diduga Tawarkan Jasa Prostitusi, Tarif Capai Rp13,7 Juta
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALGibran Didesak Mundur Usai Putusan MA, Denny Indrayana Minta DPR Mulai Proses Pemakzulan
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSOJK Pacu Inovasi Keuangan Syariah, Produk dan Layanan Diminta Lebih Berpihak pada Konsumen
hendra·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOEdarkan 599 Vape Narkoba, E-S Pegawai Lapas Kelas I Medan Terancam Dipecat
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
SUMSELKetua RT dan RW Jadi Korban Pembacokan Brutal di Palembang, Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku
hendra·5 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKetua RT dan RW di Palembang Dibacok OTK, Diduga Gegara Sengketa Lahan
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan