Untuk Dapat Bantuan, Pengungsi Tempuh 3KM Demi Air Minum
Untuk Dapat Bantuan, Pengungsi Tempuh 3KM Demi Air Minum
Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Masih sulitnya mendapatkan air bersih pasca banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, sejumlah warga yang berada di posko pengungsian, terpaksa harus berjalan kaki sejauh tiga kilo meter untuk bisa mendapatkan air minum yang di bagikan Brimob Polda Aceh.
Sejumlah warga dari berbagai posko pengungsian, terpaksa harus berjalan kaki sejauh 3 hingga 5 Km untuk bisa mendapatkan pasokan air minum yang dibagikan Brimob Polda Aceh/l, di depan Mapolres Aceh Tamiang, Jalan Ir H. Juanda, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (5/12/2025) sore.
Baca Juga : Sejumlah Gedung Perkantoran di Kota Pangsa Masih Tertutup Lumpur Banjir
Hal ini, terpaksa dilakukan para pengungsi lantaran masih sulitnya pasokan air bersih khususnya air mineral untuk minum yang tersedia di sejumlah posko pengungsian yang ada saat ini.
Meskipun sejumlah bantuan logistik seperti bahan makanan dan air mineral sudah mulai banyak yang berdatangan ke Kabupaten Aceh Tamiang. Namun, pemerintah dan aparat TNI/Polri masih kesulitan untuk mendistribusikan nya ke sejumlah titik pengungsian lantaran minimnya kendaraan yang ada saat ini.
Sehingga, dengan keterbatasan yang ada saat ini, pemerintah pun memberlakukan kebijakan seluruh bahan logistik yang masuk untuk di pusatkan di posko utama. Sementara, untuk posko lainnya dapat di ambil langsung oleh pihak desa dan dibagikan ke pengungsian yang ada dj desa masing-masing.
Baca Juga : Peduli Kemanusiaan, Polres Binjai Kirim Dua Truk Bantuan Logistik ke Aceh Tamiang
Tia, salah seorang pengungsi mengatakan, jika dirinya terpaksa harus berjalan kaki lebih dari dua kilo meter untuk mendapatkan air minum. Tidak itu saja, dirinya juga terpaksa harus berjalan kaki untuk mencari obat anaknya yang tengah terserang diare dan gatal-gatal.
Baca Juga : Keusukupan Sibolga Terima Serta Salurkan Bansos 15 Ton untuk Korban Banjir dan Longsor
"ini rencana juga mau ke kota lah dulu, mana tau ada apotik yang buka. Sebab, saya mau cari obat untuk anak saya yang mulai terserang diare dan gatal-gatal," ujarnya, Jumat (5/12/2025) sore.
Sementara itu, hingga saat ini sejumlah warga yang berada di posko pengungsian khususnya anak anak mulai terserang diare dan gatal-gatal. Sedangkan, untuk ketersediaan obat dan juga tenaga medias masih belum tersedia.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALPolres Binjai Ringkus 11 Tersangka Curanmor, Mayoritas Pelaku Anak di Bawah Umur
hendra·5 menit yang lalu -
NASIONALKapolri, DPR, dan PSSI Kumpul Bareng 18 Pemilik Klub, Ada Apa dengan Super League?
hendra·40 menit yang lalu -
Moto GPAlex Marquez Rebut Pole MotoGP Malaysia 2026, Kalahkan Marc Marquez 0,070 Detik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINAL20 Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap, Polda Metro Jaya Komitmen Dukung Program Kapolri
hendra·1 jam yang lalu -
EKONOMIDari Waktu Luang Jadi Peluang & Tumbuh Harapan dari Tangan Perempuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALPolda Metro Jaya Bongkar 23 Kasus Curanmor, 20 Orang Ditangkap dan 17 Motor Disita
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKepergok Curi Ayam Bangkok, Pria di Bandung Aniaya Pemilik hingga Tewas
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALMA Nyatakan Suket SMA Gibran Tak Sah, Pengacara Sebut Posisi Wapres Tak Terpengaruh
hendra·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANBait Energi & Buah Inovasi, Pelita Bersih Masa Depan Sekolah
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan