Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tradisi Unik Menyambut Ramadan dari Berbagai Daerah

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist

NUSANTARATERKINI.CO - Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tidak mengherankan jika masyarakat Indonesia sangat antusias dalam merayakan bulan Ramadan (puasa Ramadan), sehingga tak heran, ada banyak tradisi di berbagai daerah. 

Tradisi atau kebiasaan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi penyambutan bagi bulan suci yang akan datang, saat semua umat Muslim berpuasa Ramadan. 

Apakah Anda salah satu orang yang selalu bersemangat menyambut bulan suci Ramadan dan mempraktikkan tradisi-tradisi berikut ini? Berikut ini adalah beberapa tradisi unik untuk menyambut puasa Ramadan dari berbagai daerah. 

Baca Juga : Demi Kenyamanan Ibadah Ramadan, Bobby Nasution Deadline Kepala Daerah Selesaikan Data Korban Bencana

1. Meugang - Aceh

Dijuluki Serambi Mekkah, kota ini memiliki sejumlah tradisi unik untuk menyambut bulan Ramadan, salah satunya adalah Meugang. Dikenal juga dengan sebutan Makmeugang atau Haghi Mamagang, tradisi ini berlangsung selama bulan Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha.

Meugang dimulai sekitar abad ke-14, pada masa Kerajaan Aceh Darussalam.

Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 1447 H Tanggal 18 Februari dan Idul Fitri 20 Maret 2026

Dalam pelaksanaannya, masyarakat membeli daging di pasar, namun ada juga yang menyembelih sendiri. 

Daging tersebut kemudian dihidangkan dengan hidangan terbaik dan disantap bersama keluarga, kolega (meugang kantor) dan warga desa (meugang di Gampong).

2. Malamang - Sumatra Barat

Baca Juga : Pakat Khas Mandailing jadi Favorit Makanan Masyarakat saat Ramadan

Masyarakat Minang sangat antusias menyambut bulan Ramadan.

Di Sumatera Barat, bulan sebelum puasa sering disebut sebagai bulan lemang (lamang), karena masyarakat Minang umumnya menjalankan tradisi atau membuat lemang. 

Lemang adalah makanan tradisional yang terdiri dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam batang bambu panjang, diapit di antara daun pisang, dan dibakar. 

Baca Juga : Hukum Suami Istri Berhubungan Badan di Bulan Ramadan

Tradisi membuat lemang ini terkenal di beberapa daerah, antara lain Padang, Pariaman, Padang Pariaman, dan Painan.

Selain saat bulan puasa, lemang juga sering dijadikan makanan saat hajatan dan acara-acara kekerabatan. 

3. Pacu Jalur - Riau

Baca Juga : Dijadwalkan Digusur Hari Ini, Pedagang Pasar Sambas Sampaikan Aspirasi

Ada yang menarik dari Riau selama bulan Ramadan, yakni Masyarakat Riau melakukan pacu jalur, sebuah tradisi olahraga dan kekeluargaan. 

Tradisi unik ini merupakan lomba mendayung perahu sepanjang 40 meter di Sungai Kuantan yang melibatkan 40 hingga 60 peserta. 

Puluhan pria mendayung perahu yang terawat baik untuk beradu kecepatan.

Baca Juga : EKSLUSIF, Gedung UMKM Square USU Belum Beroperasi, Aktifitas Pekerja Proyek Tidak Terlihat

Tradisi ini telah dipraktekkan selama bulan Ramadan dan hari besar Islam, terutama di masyarakat Kabupaten Singingi, Kuantan, tetapi sekarang diadakan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. 

Jika Anda berkunjung ke Riau, tradisi menarik ini wajib Anda saksikan. 

4. Munggahan - Jawa Barat

Jika Anda tinggal di Jawa Barat, Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan tradisi menjelang Ramadan ini. 

Ya, masyarakat Sunda di Jawa Barat sudah terbiasa melakukan Munggahan sehari atau dua hari sebelum puasa. 

Pada pelaksanaanya, masyarakat berkumpul bersama keluarga, piknik atau makan bersama di tempat wisata, mengunjungi makam atau membersihkan tempat ibadah.

Bahkan, di masa lalu, orang-orang, terutama anak laki-laki, akan pergi ke sungai untuk mandi sebagai tanda pembersihan diri untuk bulan suci.

5. Nyadran - Jawa Tengah

Masyarakat Jawa sangat antusias menyambut bulan suci ramadan.

Tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Jawa menjelang bulan Ramadan adalah nyadran, yaitu ziarah ke makam anggota keluarga. 

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, dzikir, tahlil, dan doa bersama, dilanjutkan dengan makan bersama di atas tikar di pinggir jalan sambil menyantap makanan khas Jawa, kemudian dilanjutkan dengan besik, atau bersih-bersih kubur, dan diakhiri dengan ziarah ke makam.

6. Megibung - Bali

Di Kabupaten Karangasem, Bali, 'megibung' biasanya dilakukan dengan cara duduk melingkar sambil bersila dan memasak makanan tradisional seperti nasi dan lauk pauk. 

Nasi disajikan dalam wadah dengan daun pisang yang disebut 'gibungan' dan lauk pauknya disajikan dalam daun pisang yang disebut 'karangan'. 

(*/nusantaraterkini.co)