Targetkan Kesetaraan Hak, Pemprov Sumut Dorong Lingkungan Inklusif dan Hapus Stigma Down Syndrome
Pemprov Sumatera Utara dorong inklusivitas dan hapus stigma Down Syndrome lewat peringatan HDSD 2026.
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menetapkan terciptanya lingkungan yang inklusif dan ramah anak sebagai target operasional prioritas dalam pembangunan sosial daerah. Memperingati Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026, di Aula Raja Inal Siregar, Sabtu (18/4/2026), Pemprov Sumut secara tegas mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan percepatan penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas intelektual di Sumatera Utara.
โStaf Ahli I Tim Penggerak PKK Provinsi Sumut, Titiek Sugiharti, menekankan bahwa anak-anak dengan down syndrome memiliki potensi luar biasa yang sering kali terhambat oleh pandangan negatif lingkungan. Sebagai langkah nyata, PKK terus mendorong penguatan peran keluarga agar mampu memberikan stimulasi yang tepat serta memastikan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang tertinggal. Mereka tidak butuh dikasihani, melainkan diberi kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkarya," ujar Titiek.
โ
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Sentra Bahagia Kementerian Sosial RI, Teguh Supriono, mengungkapkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan Sumut yang inklusif. Peringatan HDSD 2026 ini dijadikan momentum untuk menghadirkan aksi nyata berupa pendampingan berkelanjutan bagi keluarga agar lebih berdaya secara mental dan ekonomi.
"Pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung disabilitas guna menjangkau seluruh daerah di Indonesia, termasuk di wilayah pelosok Sumatera Utara," lanjutnya.
โKegiatan yang dihadiri oleh Dinas P3AKB Sumut dan organisasi POTADS ini juga menjadi panggung pembuktian bakat bagi anak-anak down syndrome melalui penampilan djembe, puisi, dan seni suara. Melalui dukungan masif dan kebijakan yang pro-inklusivitas, Pemprov Sumut optimistis dapat menciptakan ekosistem sosial yang penuh kasih sayang, di mana setiap anak, tanpa terkecuali, dapat menjalani hidup dengan martabat dan kemandirian yang terjaga.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINAL1.550 Ekor Trenggiling Dibunuh untuk Perdagangan Ilegal Satwa Liar di Sumut
Rozie Winata·15 menit yang lalu -
EKONOMIBPS Catat Ekonomi Sumatera Selatan Tumbuh 5,06 Persen di Triwulan III-2026
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
NEWS VIDEOKapolri Tegaskan Penangkapan Pati Polri Terkait Kasus Penyadapan Murni Penegakan Hukum
48 menit yang lalu -
E-SportTekuk Alter Ego 3-1, NAVI Melaju ke Final Upper Bracket MPL S18
Herman Saleh Harahap·49 menit yang lalu -
SUMUTImigrasi Padangsidimpuan Bentuk Timpora, Perkuat Pengawasan Orang Asing
Rozie Winata·54 menit yang lalu -
NEWS VIDEOBonatua Silalahi Diperiksa Terkait Keabsahan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
55 menit yang lalu -
POLITIKFirman Soebagyo Desak DPR Revisi UU Pemilu, Ingatkan Bahaya Kekosongan Jabatan Kepala Daerah
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALKasus Penyadapan, DPR Desak Percepatan Undang-Undang Satu Data Indonesia
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
PERISTIWAWarga Helvetia Geruduk BPN Sumut, Tuntut Terbitkan Sertifikat 32 Hektare Lahan Eks Garapan PTPN II
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan