Satpol PP Kerja Sama dengan PPATK Berantas ASN Yang Terlibat Judi Online di Pemprov Sumut, Masyarakat: Situsnya Juga
Menurut Julianus, praktik judol dikalangan ASN menjadi perhatian serius Gubernur Sumut, karena dampaknya sangat merusak kinerja maupun lingkungan seki
Nusantaraterkini.co. MEDAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) perkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban khususnya untuk ASN yang kecanduan judi online.
Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Sumut, Julianus Bangun mengatakan, saat ini pihaknya sedang menjalin kerja sama secara intensif dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam upaya menertibkan aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam aktivitas judi online (judol).
Menurut Julianus, praktik judol dikalangan ASN menjadi perhatian serius Gubernur Sumut, karena dampaknya sangat merusak kinerja maupun lingkungan sekitar.
“Ini sudah menjadi perhatian Bapak Gubernur. Karena itu, kami berkoordinasi dengan PPATK dan Badan Pengelolaan Keuangan (Bapeg) untuk memberikan efek jera bagi ASN yang terlibat,” ungkapnya.
Julianus berharap, langkah kolaboratif yang dilakukan Satpol PP dapat mendukung terwujudnya program prioritas Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, khususnya program ke-17, yaitu Terciptanya Kehidupan yang Lebih Aman dan Tertib.
Jangan Cuma Oknum
Sementara, Andi Firmansyah masyarakat kota Medan menilai hal tersebut sudah baik namun alangkah baiknya situs yang saat ini beredar dengan terang benderang yang mustinya ditertibkan karena asalnya itu dari situs yang mudah diakses.
“Bagus, tapikan ini masalahnya situsnya yang mudah diakses dan secara terang terangan, harusnya mereka berantas situsnya mereka blokir kerja sama dengan penegak hukum, baru oknumnya, lucu juga kalau oknum ditindak tapi situs bebas diakses,”ungkap Andi .
Dia berharap satpol PP saat melakukan penertiban khususnya untuk penertiban para pedagang lebih manusiawi, karena pedagang ini juga merupakan tonggak perekonomian untuk mengurangi angka kemiskinan di Sumut, sehingga selayaknya mereka diperlakukan layaknya manusia.
“Satu lagi untuk Satpol PP harusnya lebih berprasaan lagi saat melakukan penertiban, jangan kasar sama pedagang, karena mereka ini juga bagian dari peningkatan kemiskinan layaknya diperlakukan manusi, minimal kalau pemerintah tidak mampu memberi pekerjaan, mereka tidak diperlakukan binatang oleh pemerintah,” pungkasnya.
(Cw3/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAPresiden FIFA Temui Prabowo di Istana, Puji Indonesia Tuan Rumah Luar Biasa
Herman Saleh Harahap·41 menit yang lalu -
NEWS VIDEOPemerintah Daerah Angkat Bicara Soal Isu Kematian Driver Ojol yang Diduga Terdampak ISPA
Fadli Tara·42 menit yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Pantau Rehabilitasi 111 Rumah Tidak Layak Huni
Herman Saleh Harahap·53 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi BRI Kisaran, Ahli: Korupsi Bukan Sekadar Kredit Macet
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKSampaikan Catatan, DPRD Medan Tegaskan APBD Harus Kembali ke Rakyat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPledoi Korupsi Internet Diskominfo Tebingtinggi, PH Terdakwa Sebut Terima Uang Maintenance
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELDinkes Sumsel Siagakan 350 Puskesmas dan Posko Layanan Antisipasi ISPA
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Ahli Sebut Mutu Beton dan Volume Bermasalah
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan