Ricuh di Mapolres Dairi Sebabkan 10 Polisi Terluka: 33 Orang Diamankan Saat Massa Desak Pembebasan Rekannya
Ricuh di Mapolres Dairi! Massa Parbuluan VI desak pembebasan rekannya, 10 polisi terluka dan 33 orang diamankan.
nusantaraterkini.co, DAIRI – Situasi memanas terjadi di Mapolres Dairi, Sumatera Utara, setelah ratusan warga Desa Parbuluan VI mendatangi kantor polisi tersebut pada Rabu (12/11/2025). Mereka menuntut agar rekan mereka, Pangihutan Sijabat, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran aset milik PT Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti), segera dibebaskan.
Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh ketika sejumlah orang melempari petugas dengan batu. Kericuhan membuat 10 anggota Polri mengalami luka-luka, satu di antaranya luka di bagian kepala dan harus dirawat di RSUD Sidikalang.
Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa, namun situasi justru semakin tidak terkendali. Polisi kemudian mengamankan 33 orang, termasuk beberapa yang diduga sebagai provokator.
Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. “Nanti akan disampaikan oleh Humas Polres setelah proses pemeriksaan selesai,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Dairi Ipda Rinkon Manik membenarkan adanya korban luka di pihak kepolisian.
“Sekitar sepuluh personel mengalami luka akibat lemparan batu, dan satu di antaranya mengalami luka di kepala,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).
Kericuhan ini disebut berkaitan dengan konflik antara masyarakat dan PT Gruti yang sudah berlangsung lama. Sebelumnya, fasilitas perusahaan di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, pernah dirusak massa pada 15 Oktober 2025, yang menjadi insiden kedua setelah kejadian serupa sebelumnya.
Perwakilan perusahaan, Kery Sinaga, mengatakan massa datang menggunakan lima mobil dan belasan sepeda motor, lalu melakukan pengrusakan.
“Menurut laporan dari lapangan, aksi itu terjadi bersamaan dengan kunjungan Anggota DPR RI Bane Raja Manalu, namun kami tidak menerima pemberitahuan resmi tentang kunjungan tersebut,” ungkap Kery.
Namun, pihak masyarakat melalui Pangihutan Sijabat membantah tudingan tersebut.
“Tidak benar masyarakat melakukan pengrusakan. Saat kejadian, Kapolsek Parbuluan bahkan hadir di lokasi. Kami justru melihat ada sejumlah oknum TNI di sana,” ujarnya.
Pangihutan juga menambahkan bahwa warga telah melaporkan dugaan perambahan hutan oleh PT Gruti ke Polres Dairi, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLACristiano Ronaldo Cetak Hat-trick, 1000 Gol Tinggal Selangkah Lagi
hendra·37 menit yang lalu -
NEWSPROJO Tegaskan Putusan MA Tak Bisa Batalkan Jabatan Wapres Gibran: Melompati Konstitusi
hendra·1 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALGeger! Pensiunan Guru di Pamekasan Diduga Injak Al-Qur'an Saat Live TikTok
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKapolri Perkuat Sinergi dengan Kemendes, Dorong Desa Bersih Narkoba dan Pemberdayaan Masyarakat
3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALMA Batalkan Surat Keterangan Pendidikan Gibran, Dokumen Diperintahkan Dimusnahkan
hendra·3 jam yang lalu -
NASIONALPolri Minta Profesionalisme Satpam Ditingkatkan, Kesejahteraan dan Perlindungan Hukum Jadi Sorotan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOAKBP Barus Berikan Sanksi Tegas Hukum pada Aparat Terlibat Narkoba, BNN Gencarkan Edukasi Dini Lewat Kurikulum Sekolah
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPabrik Beras di Deliserdang yang Digerebek Bareskrim Ternyata Pemasok Program Stunting BKKBN
hendra·4 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan