Polri Minta Profesionalisme Satpam Ditingkatkan, Kesejahteraan dan Perlindungan Hukum Jadi Sorotan
Baharkam Polri mendorong peningkatan profesionalisme, kompetensi, kesejahteraan, dan perlindungan hukum Satpam melalui Rakernas APSI 2026 di Semarang.
Nusantaraterkini.co, SEMARANG – Baharkam Polri menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme, kompetensi, serta kesejahteraan satuan pengamanan (Satpam) dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Satpam dinilai bukan sekadar petugas penjaga gedung atau kawasan tertentu, melainkan bagian penting dari sistem pengamanan swakarsa yang memiliki peran strategis dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Penegasan tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat (Dirbinpotmas) Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen M. Rudy Syafirudin, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) 2026 di Hotel Novotel, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026).
Rudy mengatakan, perkembangan situasi keamanan yang semakin dinamis mengharuskan personel Satpam memiliki kemampuan profesional, integritas, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Menurutnya, tanggung jawab Satpam kini semakin luas. Selain melakukan pengamanan fisik, mereka juga dituntut mampu mengenali potensi kerawanan dan mengambil langkah pencegahan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
"Peran Satpam bukan sekadar menjaga suatu tempat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman, tertib, dan kondusif di lingkungan kerja maupun masyarakat," ujar Rudy.
Ia juga menyoroti kontribusi organisasi profesi seperti APSI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Satpam. Organisasi tersebut dinilai memiliki posisi penting sebagai penghubung antara para anggota, dunia usaha, dan Polri dalam pembinaan profesi pengamanan.
Melalui program pembinaan, pelatihan, serta sertifikasi, APSI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan personel sekaligus memperkuat pengakuan masyarakat terhadap profesi Satpam.
Rudy menegaskan, peningkatan kualitas profesi harus dibarengi dengan perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi para personel yang menjalankan tugas pengamanan.
"Di balik seragam dan atribut Satpam terdapat tanggung jawab besar, semangat pengabdian, serta loyalitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Karena itu, peningkatan kompetensi harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan hukum mereka," katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak Polri, organisasi profesi, pelaku usaha, dan masyarakat memperkuat kerja sama dalam membangun sistem keamanan yang mengutamakan langkah pencegahan.
Rudy menyebut, upaya tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan keterlibatan berbagai elemen sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
"Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk Satpam yang setiap hari berada di lingkungan kerja dan berinteraksi langsung dengan masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rudy turut mengapresiasi APSI yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan citra dan kualitas profesi Satpam di Indonesia.
Ia berharap Rakernas APSI 2026 tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga mampu melahirkan program konkret untuk memperkuat profesionalisme dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP APSI Aziz Said, Ketua Dewan Penasihat APSI Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan, Dirbinmas Polda Jawa Tengah Kombes Siti Rondhijah, Kapolrestabes Semarang Kombes Erlin Tang Jaya, serta sejumlah perwakilan instansi terkait dan pengurus APSI dari berbagai daerah.
Selain membahas program kerja organisasi, Rakernas APSI 2026 juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPD APSI dan seminar keamanan.
Melalui forum tersebut, Polri berharap APSI semakin solid dalam membina profesi Satpam, meningkatkan kualitas anggotanya, serta memperkuat kontribusi pengamanan swakarsa dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di tengah masyarakat.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALGeger! Pensiunan Guru di Pamekasan Diduga Injak Al-Qur'an Saat Live TikTok
hendra·3 menit yang lalu -
NEWS VIDEOKapolri Perkuat Sinergi dengan Kemendes, Dorong Desa Bersih Narkoba dan Pemberdayaan Masyarakat
31 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALMA Batalkan Surat Keterangan Pendidikan Gibran, Dokumen Diperintahkan Dimusnahkan
hendra·56 menit yang lalu -
NASIONALPolri Minta Profesionalisme Satpam Ditingkatkan, Kesejahteraan dan Perlindungan Hukum Jadi Sorotan
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOAKBP Barus Berikan Sanksi Tegas Hukum pada Aparat Terlibat Narkoba, BNN Gencarkan Edukasi Dini Lewat Kurikulum Sekolah
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPabrik Beras di Deliserdang yang Digerebek Bareskrim Ternyata Pemasok Program Stunting BKKBN
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOBareskrim Polri Bongkar Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label di PT Usdama
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
NASIONALKapolri Gandeng Kemendes PDT, Targetkan Desa Bersinar dan Buka Peluang Kerja bagi Mantan Pecandu Narkoba
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALRazia Gabungan Polisi-BNN di Lapas Kerobokan Bali, 24 Tahanan Positif Narkoba
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan