Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Putin: Kerja Sama Rusia-China dalam Format Multilateral Bakal Mainkan Peran Besar dalam Urusan Global

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Rusia, pada 8 Mei 2025. (Foto: Xinhua/Huang Jingwen)

Nusantaraterkini.co, MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut kerja sama antara Rusia dan Tiongkok dalam format multilateral bakal memainkan peran besar dalam urusan global.

Dalam wawancara tertulis pada malam kunjungannya ke Tiongkok untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) Tianjin dan peringatan Hari Kemenangan Tiongkok di Beijing, Putin memuji kerja sama antara Rusia dan Tiongkok dalam format multilateral.

Dia juga mengatakan kerja sama semacam itu menjadi pilar utama hubungan bilateral dan memainkan peran besar dalam urusan global.

Dari waktu ke waktu, pertukaran kedua negara mengenai isu-isu internasional yang krusial menunjukkan bahwa Moskow dan Beijing memiliki kepentingan bersama yang luas dan pandangan yang sangat mirip mengenai masalah-masalah mendasar, kata Putin.

Baca Juga : Zelensky Desak Komunitas Internasional Tumbangkan Rezim Putin

Koordinasi strategis Rusia-China bertindak sebagai kekuatan penstabil, selanjutnya, seraya menambahkan bahwa tantangan dan ancaman tetap menjadi fokus konstan bagi dialog politik bilateral antara kedua belah pihak.

Konsep Rusia untuk menciptakan ruang bersama dengan keamanan yang setara dan tak terpisahkan di Eurasia sangat sejalan dengan Inisiatif Keamanan Global yang diusulkan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Putin juga mengatakan bahwa interaksi antara Rusia dan Tiongkok di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berada pada tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya, yang sepenuhnya mencerminkan semangat kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis.

Kedua negara memberikan perhatian khusus pada Kelompok Sahabat Pembela Piagam PBB (Group of Friends in Defense of the UN Charter), sebuah mekanisme penting untuk mengonsolidasikan negara-negara Global South, ujar Putin. Dia menambahkan bahwa "Rusia dan Tiongkok mendukung reformasi PBB agar dapat sepenuhnya memulihkan otoritasnya dan mencerminkan realitas modern."

Pemimpin Rusia itu mengatakan bahwa kerja sama yang erat antara Moskow dan Beijing memberikan dampak positif pada forum kerja-forum ekonomi terkemuka, termasuk G20 dan APEC.

“Tahun ini, sahabat-sahabat kami dari Afrika Selatan mengemban tugas kepresidenan G20. Berkat upaya mereka, kami berharap dapat mengonsolidasikan pencapaian negara-negara Global South dan menjadikannya sebagai landasan bagi demokratisasi hubungan internasional. Di APEC, kepemimpinan Tiongkok pada tahun 2026 diharapkan akan memberikan dorongan baru bagi kerja sama Rusia-Tiongkok,” ujar presiden Rusia itu.

Baca Juga : Suarakan Kekecewaan, Trump Mulai Kehilangan Kesabaran Terhadap Putin

Rusia bekerja sama erat dengan Tiongkok dalam BRICS, kata Putin, seraya mengimbuhkan bahwa kedua belah pihak memajukan inisiatif-inisiatif yang bertujuan memperluas peluang ekonomi bagi negara-negara anggota, termasuk penciptaan platform bersama untuk kemitraan di sektor-sektor strategis.

Kedua negara memberikan perhatian khusus untuk memobilisasi sumber daya tambahan bagi proyek-proyek infrastruktur penting, serta bersatu dalam memperkuat kemampuan BRICS guna mengatasi tantangan-tantangan global yang mendesak, lanjut Putin.

"Kedua negara memiliki sikap yang sama terhadap sanksi diskriminatif yang menghambat pembangunan sosial ekonomi anggota BRICS dan dunia pada umumnya," imbuhnya.

Putin mengatakan Rusia dan Tiongkok mendukung reformasi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia. Dia juga menyampaikan bahwa kedua pihak memiliki pandangan yang sama bahwa sistem keuangan baru harus dibangun atas dasar prinsip keterbukaan dan keadilan sejati, yang dapat menyediakan akses yang setara dan nondiskriminatif pada instrumen-instrumennya bagi semua negara serta mencerminkan sikap nyata dari negara-negara anggota dalam ekonomi global.

“Kami menginginkan kemajuan demi kebaikan seluruh umat manusia. Saya yakin bahwa Rusia dan Tiongkok akan terus bekerja sama menuju tujuan mulia ini, menyelaraskan upaya kami untuk memastikan kesejahteraan negara-negara kita yang hebat,” ujarnya.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua