Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Zelensky Desak Komunitas Internasional Tumbangkan Rezim Putin

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: dok x/@Bricktop_NAFO)

Nusantaraterkini.co, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai, selama Vladimir Putin masih memegang kendali kekuasaan di Rusia, ancaman terhadap stabilitas negara-negara tetangga akan terus berlangsung.

Karena itu, dia mendesak komunitas internasional agar mendorong pergantian rezim di Rusia.

“Saya percaya Rusia bisa didorong untuk menghentikan perang ini. Rusia memulai perang ini, dan Rusia pula yang bisa dipaksa untuk menghentikannya. Tetapi jika dunia tidak menargetkan pergantian rezim di Moskow, maka bahaya dari Rusia akan tetap ada bahkan setelah perang di Ukraina selesai,” tegasnya dalam pidato virtualnya di acara 50 tahun penandatanganan Helsinki Final Act, mengutip RMOL, Sabtu (2/8/2025).

Baca Juga : Rusia Tolak Ultimatum Trump Soal Ukraina, AS Tingkatkan Dukungan Senjata

Zelensky menilai, perubahan rezim adalah kunci untuk memastikan Rusia menghentikan agresinya secara permanen. 

Ia juga mendorong agar seluruh aset Rusia yang dibekukan, termasuk hasil korupsi, disita sepenuhnya dan dialihkan untuk mendanai upaya melawan invasi Moskow.

“Kita harus mematikan mesin perang Rusia dengan menggunakan setiap sen dari aset mereka yang telah dibekukan. Tidak cukup hanya dibekukan, sudah waktunya disita dan digunakan untuk perdamaian, bukan untuk perang,” ujarnya.

Baca Juga : Rusia Tembakkan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal ke Ukraina

Helsinki Final Act yang ditandatangani pada 1 Agustus 1975 oleh 35 negara, termasuk Uni Soviet dan Amerika Serikat, menegaskan prinsip penghormatan atas kedaulatan dan keutuhan wilayah negara peserta. 

Namun prinsip ini, menurut Zelensky, telah dilanggar secara terang-terangan oleh Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 2022.

“Salah satu ide besar Putin yang kini menjadi pemikiran dominan di Rusia adalah bahwa batas negara itu bisa berubah sesuai kehendak mereka,” tandasnya.

(*/Nusantaraterkini.co)