Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Suarakan Kekecewaan, Trump Mulai Kehilangan Kesabaran Terhadap Putin

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi Donald Trump dan Vladimir Putin. (Foto: dok Meta AI)

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai kehilangan kesabaran terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyuarakan kekecewaannya beberapa jam setelah mengancam akan menjatuhkan "tarif yang sangat berat" kepada Rusia.

"Saya kecewa dengan dirinya sendiri, namun saya belum menyelesaikannya. Tetapi, saya kecewa dengannya," ungkap Trump kepada BBC dalam sebuah sesi wawancara, Senin (14/7/2025).

Beberapa jam sebelumnya, dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) Mark Rutte di Oval Office, Trump memperingatkan akan menerapkan tarif yang sangat berat jika kesepakatan gencatan senjata dengan Ukraina tidak tercapai dalam 50 hari.

BACA JUGA: Pengamat Soroti Absennya Xi Jinping dan Putin di KTT BRICS

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick kemudian mengklarifikasi bahwa hal yang dimaksud Trump sebenarnya adalah "sanksi ekonomi" saat dia mengancam akan menjatuhkan "tarif sekunder" terhadap Rusia, lapor The Washington Times.

Trump juga menyampaikan kepada Rutte bahwa AS akan mengirimkan senjata ke Ukraina melalui NATO, termasuk sistem rudal Patriot, dengan pengirimannya akan segera dilakukan.

BACA JUGA: Keanggotaan di BRICS, Prabowo Apresiasi Dukungan Rusia, Putin Harap Indonesia Berkontribusi Besar

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X usai pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan rasa terima kasihnya atas "kesediaan Trump untuk mendukung Ukraina" dan memuji kuatnya hubungan mereka.

Diketahui, ini bukan pertama kalinya Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap Putin atas krisis Ukraina, kendati dia mengklaim bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin Rusia tersebut. Pada awal Juli, setelah melakukan percakapan telepon dengan Putin, Trump mengatakan kepada awak media tidak membuat kemajuan sama sekali dengan dirinya hari ini sambil menambahkan dirinya tidak senang dengan hal itu.

Trump, yang dalam kampanyenya berjanji akan mengakhiri konflik di Ukraina dalam waktu 24 jam, telah mengadakan beberapa pembicaraan dengan Putin sejak menjabat sebagai presiden AS. Namun, upayanya untuk menekan pemimpin Rusia tersebut belum menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua