Reforestasi China Sukses Perluas Habitat 73,6 Persen Spesies Burung Hutan
Studi ekologi terbaru menunjukkan upaya restorasi hutan di China (2000-2020) berhasil memperluas habitat 73,6% spesies burung hutan nonmigran
Nusantaraterkini.co, BEIJING - Sekelompok pakar ekologi China baru-baru ini menilai dampak keseluruhan upaya restorasi hutan di negara tersebut terhadap keanekaragaman hayati.
Dari hasil pengamatan, menemukan upaya ini berhasil memperluas habitat 73,6 persen spesies burung di hutan-hutan negara tersebut, seperti dilaporkan China Science Daily pada Jumat (5/12/1025).
Sebagai pemimpin global dalam restorasi hutan, China telah berhasil membalikkan tren degradasi hutan dalam dua dasawarsa terakhir melalui proyek-proyek ekologi berskala besar, seperti proyek perlindungan hutan alam dan Grain for Green Program, yang berhasil mencatatkan kenaikan bersih luas hutan sekitar 21.800 kilometer persegi.
Meski begitu, manfaat restorasi hutan bagi nusantaraterkini.co/tag/keanekaragaman-hayati" class="article-tag-link" rel="tag">keanekaragaman hayati terus menjadi fokus utama komunitas ilmiah.
Wang Bin, dari China West Normal University, bekerja sama dengan para peneliti dari berbagai institusi lain untuk melakukan studi guna menilai dampak positif restorasi hutan terhadap keanekaragaman hayati pada skala nasional selama periode 2000 hingga 2020.
Dengan menggunakan 402 spesies burung hutan nonmigran sebagai spesies indikator, dan mengintegrasikan data penginderaan jarak jauh dengan catatan pengamatan dari penduduk, mereka menggunakan metode pemodelan ceruk ekologi untuk mengontrol efek gabungan dari perubahan iklim.
Pendekatan ini secara tepat mengungkapkan efek positif dari restorasi hutan terhadap habitat burung, menurut studi yang dipublikasikan di Nature Communications itu.
Studi tersebut menemukan restorasi hutan tidak hanya tercermin dalam perluasan area, tetapi yang lebih penting adalah peningkatan komprehensif indikator kualitas seperti cakupan kanopi, ketinggian, konektivitas, dan kompleksitas struktural. Perbaikan struktural ini menyediakan habitat yang lebih sesuai bagi burung-burung.
Hampir tiga perempat spesies burung mengalami perluasan habitat yang signifikan selama periode yang diteliti, dengan manfaat yang paling terlihat pada spesies yang memiliki ceruk ekologi lebih luas. Selain itu, restorasi hutan, hingga tingkat tertentu, juga membantu mengurangi hilangnya habitat yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Studi ini juga menunjukkan bahwa hutan alami maupun hutan yang ditanam sama-sama efektif dalam restorasi keanekaragaman hayati, dengan tutupan pohon dan kompleksitas struktur kanopi menjadi faktor utama yang mendorong keberhasilan tersebut.
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan