Polda Sumsel Tangkap Tersangka Utama Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin
Polda Sumsel tangkap tersangka utama kebakaran sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin. Polisi tindak tegas
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap tersangka utama berinisial AM alias R dalam kasus kebakaran sumur minyak ilegal (illegal drilling) di lahan HGU PT Hindoli, Kabupaten Musi Banyuasin pada, Senin (13/4/2026).
Penangkapan ini merupakan puncak dari penyidikan intensif terhadap peristiwa kebakaran yang terjadi pada, 1 April 2026 lalu di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang.
Direktur Reskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring menyampaikan, penyidik langsung bergerak mengamankan lokasi dan mengumpulkan barang bukti sesaat setelah kejadian.
Status perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan kurang dari 24 jam setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan.
“Kurang dari 24 jam setelah olah TKP, perkara langsung ditingkatkan ke tahap penyidikan dan tersangka ditetapkan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menangani kejahatan yang merusak lingkungan dan merugikan negara,” ujar Doni dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Selain tersangka utama, polisi telah mengamankan dua tersangka lain yakni AB (51) dan ZA (43) yang kini ditahan di Rutan Dittahti Polda Sumsel.
Sejumlah barang bukti disita, termasuk 11 sumur minyak yang terbakar, 9 unit mobil angkutan, alat komunikasi, serta buku tabungan yang digunakan untuk aktivitas ilegal tersebut.
“Kami telah mengantongi identitas beberapa pihak lain dan saat ini dalam pengejaran. Tidak ada ruang bagi pelaku illegal drilling di Sumatera Selatan. Berhenti sekarang atau kami tindak tegas. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, penegakan hukum ini dilakukan secara profesional tanpa kompromi untuk memberikan efek jera.
Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas kamtibmas dan melindungi lingkungan serta keselamatan masyarakat di wilayah Musi Banyuasin.
“Penegakan hukum ini diharapkan memberikan efek jera serta menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya di wilayah Musi Banyuasin,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPerkuat Ekosistem Peternak Mikro, Bulog Sumsel Babel Salurkan 1.252 Ton Jagung SPHP
hendra·11 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·28 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·53 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan