Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal

Sidang militer penembakan Pratu Ferischal ungkap pemicu perkelahian maut akibat cemburu dan alkohol di tempat hiburan

Bagikan:
Pratu Bintang menjadi saksi di persidangan militer I-05 Palembang atas kasus penembakan di Panhead Palembang, Kamis (5/11/2026). (Foto: dok nusantaraterkini.co)
Pratu Bintang menjadi saksi di persidangan militer I-05 Palembang atas kasus penembakan di Panhead Palembang, Kamis (5/11/2026). (Foto: dok nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, - Sidang I-05 Palembang terkait kasus yang menewaskan Pratu Ferischal kembali dilanjutkan, Kamis (5/11/2026). 

Pada sidang kedua ini, majelis hakim menghadirkan dua orang saksi, yaitu Kapten Eko Saputra dan Pratu Bintang Infanteri dari Satuan Deninteldam II/Sriwijaya.

​Terungkap dalam persidangan bahwa Pratu Bintang merupakan pihak yang pertama kali terlibat perkelahian dengan terdakwa, Sertu MRR, yang kemudian berujung pada keterlibatan korban.

​Di hadapan Hakim Ketua Letkol Laut (H) Kum Rahmansyah Fahruddin, didampingi Hakim Anggota Letkol Laut (H) Mokhamad Zainal Abidin dan Kapten Chk Alep Priyoambodo, Pratu Bintang mengaku memukul terdakwa karena diliputi rasa .

Ia mendapati seorang perempuan bernama Siti Kipia Meidini (Mei) yang ia kenal dekat duduk di sofa yang sama dengan terdakwa.

​" bukan karena suka, tapi karena saya merasa mengenal Mei dan sering berjalan dengannya," ujar Pratu Bintang.

​Dalam pengaruh alkohol, Pratu Bintang mendekati terdakwa, menendang kakinya, lalu mencekik Sertu MRR.

Meski sempat bertanya alasan penyerangan tersebut, terdakwa justru mendapat pukulan lanjutan dari Pratu Bintang.

Keduanya pun terlibat baku hantam sebelum akhirnya dilerai oleh petugas keamanan Panhead.

​"Saya tidak melihat persis senjata apa yang dibawa oleh terdakwa, namun saya terkejut melihat letusan tembakan yang mengenai korban," ungkap Pratu Bintang.

​Menyadari korban tertembak, Pratu Bintang segera memerintahkan rekan-rekannya untuk melarikan korban ke rumah sakit terdekat.

"Saya perintahkan temannya untuk dibawa ke rumah sakit. Dan baru mengetahui bahwa ada lubang di bagian perut korban akibat tertembak," katanya.

(Yud/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait