Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Puskesmas Sabokingking Palembang Sediakan Ruang Aman Asap

Puskesmas Sabokingking Palembang Sediakan Ruang Aman Asap

A A

Nusantaraterkini.co, - Palembang menyediakan layanan Ruang Aman Asap gratis lengkap dengan terapi oksigen guna menangani lonjakan pasien ISPA yang mencapai 278 kasus akibat kabut asap.

Layanan pemulihan pernapasan yang disiagakan sejak seminggu terakhir tersebut diperuntukkan bagi warga ,khususnya kelompok balita dan lansia yang mengeluhkan sesak napas.

Kepala , drg Kiki Ayu Marlina menyampaikan jika penyediaan fasilitas khusus ini bertujuan untuk mengurangi dampak buruk paparan kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

โ€œRumah asap ini baru diadakan seminggu terakhir ini, dan Alhamdulillah pembermanfaatannya sangat bermanfaat. Pasien yang memerlukan istirahat, sambil berobat karena sesak, bisa beristirahat di ruang aman asap untuk mengurangi dampak kabut asap ini,โ€ ujar drg Kiki Ayu Marlina saat diwawancarai langsung di Puskesmas Sabokingking, Jumat (23/10/2026).

Guna menunjang pemulihan pasokan udara bersih, Ruang Aman Asap ini dilengkapi berbagai fasilitas penanganan gangguan pernapasan secara cuma-cuma.

Fasilitas medis yang disiagakan di dalamnya meliputi tabung oksigen, nebulizer, air purifier penyerap partikel asap, humidifier pengatur kelembapan udara, hingga oksigen kaleng sekali pakai.

Berdasarkan data medis puskesmas, sebagian besar penderita ISPA harian didominasi oleh kelompok masyarakat usia produktif yang rutin beraktivitas di luar ruangan.

Namun, pemanfaat Ruang Aman Asap untuk terapi pemulihan napas sebagian besar diisi oleh anak balita, anak usia sekolah, serta warga lanjut usia.

โ€œSecara data, yang banyak itu usia produktif yang bekerja. Tapi kalau yang masuk ruang asap sendiri rata-rata biasanya anak-anak balita, anak usia sekolah, atau lansia,โ€ terangnya.

Masyarakat yang mengeluhkan gangguan pernapasan dapat langsung memanfaatkan fasilitas terapi oksigen di ruangan tersebut hingga kondisi fisik terasa lebih stabil dan membaik.

โ€œPasien yang datang ke sini bisa terapi oksigen sampai merasa enak. Kalau merasa lumayan enak dan tidak terlalu sesak, mereka bisa pulang,โ€ ungkapnya.

Ia menjelaskan fungsi utama ruangan tersebut adalah untuk penanganan dampak awal paparan asap, bukan sebagai ruang tindakan medis darurat berat.

Meski demikian, pihak puskesmas tetap menyiagakan prosedur rujukan cepat ke rumah sakit terdekat apabila kondisi pernapasan pasien tidak kunjung membaik.

โ€œDia bukan ruang tindakan, tapi ruangan untuk mengurangi dampak dan beristirahat. Kalau tidak ada perbaikan, bisa kita lakukan tindakan atau dirujuk langsung ke rumah sakit,โ€ jelasnya.

Ia mengatakan dalam sehari pasien yang mendatangi Ruang Aman Asap berjumlah 15-17 orang.

โ€œPer hari rata-rata 15-17 orang yang mendatangi Ruang Aman Asap ini. Layanan ini tidak dipungut biaya sama sekali, gratis untuk masyarakat,โ€ katanya.

Selain itu, Puskesmas Sabokingking mencatat angka kunjungan berobat ISPA saat ini mencapai 15 hingga 17 pasien per hari, dengan akumulasi 278 kasus hingga 21 Oktober 2026, setelah sempat memuncak di angka 470-an kasus pada September 2026.

Salah seorang pasien anak bernama Ammar dibawa oleh ibunya, Sofie untuk berobat akibat mengalami keluhan sesak dan batuk di tengah kondisi udara yang pekat.

โ€œAnak saya sudah dua hari ini mengalami sesak nafas, dan kebetulan memang ada riwayat asma. Hari ini saya bawa kesini untuk berobat, kasian kayaknya ketularan,โ€ ungkapnya.

Sofie berharap kondisi pernapasan anaknya segera membaik, serta dampak kabut asap di Kota Palembang dapat segera teratasi.

โ€œKayaknya ketularan virus atau bakteri dari luar. Tapi biasanya kalau kena asap dikasih madu dia mendingan. Semoga cepat sembuh ya nak, karena asapnya akhir-akhir ini gila memang tebal,โ€ ucap Sofie.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait